oleh

Lagi, Mahidin Keluhkan Layanan PDAM

LUBUKLINGGAU – Mahidin (58) salah seorang warga Jalan Yos Sudarso RT 03, Kelurahan Moneng Sepati Kecamatan Lubuklinggau Selatan II kembali mengeluhkan layanan PDAM-TBS Kota Lubuklinggau. Bahkan ia merasa dipermainkan oleh manajemen PDAM-TBS Kota Lubuklinggau.

Sejak beberapa bulan terakhir distribusi air bersih dari PDAM-TBS Kota Lubuklinggau ke rumah Mahidin tidak normal, ia kerap melaporkan keluhannya ke manajemen PDAM-TBS Kota Lubuklinggau namun tidak ditanggapi.

“Sering lapor percuma tidak direspons, saya minta Direktur PDAM itu evaluasi kinerja bawahannya khususnya bagian teknik. Jangan hanya menerima laporan, kalau laporan bawahan pasti bagus saja,” keluh Mahidin.

Ditambahkan Mahidin, ia tidak pernah terlambat membayar tagihan setiap bulannya. Mahidin dan keluarganya sudah menjadi pelanggan PDAM-TBS Kota Lubuklinggau sejak 20 tahun terakhir, dengan besar tagihan bervariasi dari Rp50.000 hingga Rp60.000.

“Sepertinya pihak PDAM-TBS ini memprioritaskan pelanggan baru, sedangkan kami pelanggan lama dilayani dengan tidak profesional,” ungkapnya.

Menurut Mahidin, sebelumnya pernyataan Kabag Teknik PDAM-TBS Kota Lubuklinggau bahwa daerah di sekitarnya dialiri dengan normal merupakan suatu kebohongan. Pasalnya, ia dan tetangganya bahkan hingga ke kawasan Amula Rahayu sudah tidak didistribusi dengan normal sejak beberapa bulan lalu.

“Kalau pihak PDAM-TBS Kota Lubuklinggau merasa tidak bisa atau tidak sanggup lagi distribusi ke kawasan sini, bilang saja kami sudah capek lapor sana lapor sini tapi tidak direspons. Seharusnya SDM yang ada diganti saja dengan lebih baik kalau tidak ada solusi seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Teknik PDAM-TBS Kota Lubuklinggau, Hadi Purwanto mengakui bahwa sebelumnya ada kerusakan pompa dan baru selesai diperbaiki.

“Memang ada kerusakan sekarang sudah dipasang, insya Allah dalam waktu dekat bisa normal lagi termasuk di rumah bapak Mahidin,” ungkap Hadi Purwanto.

Menurut Hadi Purwanto, sebelumnya pihaknya sudah menawari keluarga Mahidin untuk mengganti meteran baru. Mengingat meteran yang terpasang saat ini sudah tua, namun di tolak.

“Kami bukannya tidak ada upaya, selain itu laporan bisa dilakukan lewat telepon, atau ke kantor langsung pasti kami layani. Tidak mungkin kami marah-marah atau mengajak ribut masyarakat yang melapor keluhan ke kami,” tegas Hadi Purwanto.(nia)

Rekomendasi Berita