oleh

Lagi Artis Indonesia Diciduk Polisi

JAKARTA – Kembali kasus narkoba menjerat publik figur Indonesia. Kali ini, menyeret seorang penyanyi dangdut pendatang baru Cahya Wulan Sari alias Caca ‘Duo Molek’ yang terpaksa harus berurusan dengan kepolisian Ditresnarkoba Polda Metro Jaya setelah kedapatan memiliki narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Penyanyi dangdut yang memiliki parah cantik ini dibekuk polisi tidak sendiri melainkan, bersama dua orang rekannya diantaranya, Yahya yang lebih dulu ditangkap di Hotel kawasan Jakarta Selatan, dan satu lagi yang ditangkap bersamanya, atasnama Chandra.

“Penangkapan Caca dilakukan petugas disebuah Apartemen di kawasan Jakarta Selatan, saat bersama rekannya Chandra. Kami menangkap mereka berdasarkan pengembangan dari tersangka Yahya yang kita tangkap duluan,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suwondo Nainggolan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/1).

Menurut Suwondo, dari hasil penangkapan para tersangka ini pihaknya berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, dari tersangka Yahya yakni satu buah cangklong bekas pakai dan beberapa bungkus plastik kecil berisi sabu dengan total seberat, 5,05 gram.

“Adapun dari lokasi penangkapan kedua (Caca dan Chandra), kami berhasil menemukan barang bukti satu buang cangklong bekas pakai berisi sabu, seberat 0,0466 gram dan 0,5 butir ekstasi serta tutup botol bong terpasang sedotan dari hasil penggeledahan,” jelas Suwondo.

Sementara itu dari hasil introgasi petugas, kata Suwondo, barang bukti yang diamanakan petugas ini didapat dari kepada tersangka Yahya, pada 9 Januari lalu, guna didistribusikan ke tersangka Chandra dan Caca untuk digunakan bersama

“Berdasarkan hasil keterangan tersangka Yahya, dia memperoleh barang haram tersebut dari seorang berinisial N yang saat ini statusnya masih DPO. Sedangkan, dua tersangka lain dapat barang itu dari tersangka Yahya,” ungkap Suwondo.

“Caca sendiri mengakui, dia dapat sabu dari tersangka Yahya dengan cara membeli seharga, Rp900 ribu. Sementara, ekstasi didapat dari salah satu tempat hiburan, pada Senin (7/1) lalu,” sambungnya.

Suwondo menegaskan, pihaknya pun sudah melakukan cek urine kepada Caca untuk memastikan dan hasilnya, positif menggunakan narkotika. Begitu juga dari cek darah dan rambut tersangka lainnya.

“untuk saat ini kami juga masih mengembangkan kasus ini, guna memburu satu DPO lagi yang diduga bandar barang haram tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut, tersangka Caca ini menggunakan sabu hanya coba-coba, dan belum lama dilakukannya persisnya, sejak Desember 2018 lalu.

“Pengakuan tersangka CC saat kita tanya kenapa menggunakan narkotika ini. Dia pun menjawab, sebenarnya tidak mau tapi karena lingkungan akhirnya mencoba. Dan sudah mengunakan sabu ini dari bulan Desember 2018,” ujar Argo.

Argo menjelaskan, dua tersangka yang ikut tertangkap bersama Caca yakni, Chandra dan Yahya memang sudah berteman akrab dan sudah sering mengkonsumsi sabu bersama-sama.

“Namun dari hasil penyelidikan satu teman Caca yakni, Yahya merupakan penjual sekaligus pemakai. Mereka berteman, dan sudah biasa menggunakan sabu bersama,” ucap Argo.

Kini atas perbuatan para tersangka, mereka pun bakal dikenakan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara. (mhf)

Infografis
Berikut sejumlah selebriti yang lebih dulu terjerat narkoba di Tahun 2018.

1. Marcello Tahitoe
Musisi yang akrab disapa Ello itu sesungguhnya tertangkap pada 10 Agustus 2017. Tetapi, proses persidangannya baru selesai pada 2018. Ello dihukum rehabiliasi 9 bulan. Sejak 7 Mei 2018, pelantun Masih Ada ini sudah menyelesaikan proses rehabilitasinya di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur.

2. Pretty Asmara
Almarhumah Pretty Asmara juga tertangkap tahun 2017. Dia ditangkap dengan bukti sabu 2,03 gram, 23 butir ekstasi, 38 butir happy five pada 16 Agustus 2017. Sama seperti Ello, kasusnya baru selesai pada 2018. Pretty divonis 6 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Jakarta Utara pada 8 Maret 2018. Kemudian, dia ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, hingga tutup usia pada 4 November 2018.

3. Tio Pakusadewo
Aktor senior itu tertangkap pada 19 Desember 2017 di rumahnya di kawasan Ampera Jakarta Selatan. Kemudian, Tio Pakusadewo divonis 9 bulan rehabilitasi pada 24 Juli 2018.

4. Jennifer Dunn
Dua kali dihukum karena kasus penyalahgunaan narkoba tidak membuat Jennifer Dunn jera. Pada 31 Desember 2017, dia kembali tertangkap karena dugaan penyalahgunaan narkoba. Dan divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 800 juta di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

5. Fachri Albar
Putra musisi Ahmad Albar itu tertangkap pada 14 Februari 2018 di kediamannya. Dengan barang bukti dumolid, ganja, dan sabu, Fachri Albar divonis 7 bulan rehabilitasi.

6. Roro Fitria
Artis fenomenal ini tertangkap pada 15 Februari 2018 dengan barang bukti 2,4 gram sabu. Tetapi dalam persidangan terungkap bahwa Roro bukan pengguna melainkan penyedia narkoba. Oleh karena itu, dia dituntut 5 tahun penjara. Walaupun akhirnya, Roro divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 800 juta, pada sidang 18 Oktober lalu. Saat ini, Roro masih jalani hukuman di Rutan Pondok Bambu.

7. Dhawiya Zaida
Putri bungsu ratu dangdut Elvy Sukaesih itu tertangkap bersama kekasih, kakak, dan kakak iparnya di rumahnya di kawasan Cawang, Jakarta Timur, pada 16 Februari 2018. Dia dinyatakan terbukti memiliki sabu seberat 0,45 gram, Dhawiya dijatuhi hukuman 1,5 tahun.

8. Rizal Djibran
Aktor yang kerap bermain dalam sinetron laga ini tertangkap pada 21 Februari 2018. Rizal terancam hukuman 4-15 tahun penjara. Sebab, kedapatan memiliki sabu seberat 0,66 gram.

9. Riza Shahab
Aktor FTV ini tertangkap pertengahan 13 April 2018. Namun, berdasarkan hasil assessment Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, langsung diputuskan Riza hanya direhabilitasi selama 1 bulan.

10. Reza Bukan
Presenter sekaligus komedian Reza Bukan tertangkap 30 Juni 2018, dengan barang bukti tiga paket sabu. Saat ini, kasusnya masih disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Tetapi, Reza terancam hukuman 4-15 tahun penjara.

Rekomendasi Berita