oleh

Kurir Sabu 876 Gram di Muratara Hanya Dibayar Rp1,5 Juta

LINGGAUPOS.CO.ID – Kurir sabu antar provinsi, HA alias HD (33) berhasil dibekuk petugas gabungan BNN Kabupaten Musi Rawas  dan BNN Kota Lubuklinggau, saat turun ojek di Desa Simpang Nibung Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (26/3/2020) sekira pukul 17.00 WIB.

Tersangka yang merupakan warga Desa Bingin Rupit, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara ditangkap petugas BNN karena membawa sabu 876 gram, yang dibawa menggunakan kantong plastik asoy.

Kepala BNN Kabupaten Mura Hendra Amoer didampingi Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Himawan Bagus Riyadi, dalam pers  rilis Jumat (27/3/2020) menjelaskan, awalnya didapatkan informasi ada sabu akan masuk ke Muratara, Lubuklinggau dan Musi Rawas (MLM).

Baca Juga:

Bawa Sabu dari Pekanbaru, Kurir Sabu Muratara Disergap BNN

“Untuk memutus mata rantai sabu masuk ke MLM, maka kami  langsung pengintaian dari perbatasan Muratara dengan Sarolangun yakni tepatnya di Singkut pada pukul 13.00 WIB. Dia awalnya turun dari bus di Singkut. Selanjutnya naik ojek,” jelasnya.

Tersangka diikuti sampai ke Simpang Nibung. “Saat kami cegat, dia sempat kabur. Namun kantong plastik berisi sabu tersebut masih di motor. Setelah dikejar, berhasil ditangkap. Kemudian di kantong plastik, kami temukan 10 kantong sabu, dengan berat 876 gram,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan tersangka, ia hanya menjadi kurir sabu yang diupah Rp8 juta oleh bosnya yang sekarang DPO. Namun tersangka baru menerima Rp1,5 juta, kemudian Rp200 ribu diberikan kepada istrinya, sedangkan sisanya untuk biaya ke Pekanbaru.

Ditambahkan tersangka, ia melakukan ini karena terdesak ekonomi untuk biaya anaknya masuk sekolah. Apalagi tersangka yang berprofesi sebagai supir, juga pemakai barang haram tersebut, sehingga mendapat tawaran menjadi kurir sabu dari bandar sabu, langsung diterimanya.

Hendra Amour juga menjelaskan bahwa narkoba ini berasal dari Negara India, Malaysia dan China. Dengan gagal edarnya barang haram tersebut maka telah menyelamatkan generasi sebanyak 4.380 orang ditiga wilayah MLM.

Untuk sekarang tersangka di amankan di BNN Kabupaten Mura, yang  di kenakan pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 111 ayat (I) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun maksimal hukuman se umur hidup atau hukuman mati, tergantung barang bukti yang didapat.(*)

Rekomendasi Berita