oleh

Kurikulumkan Aksara Ulu

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Aksara Ulu sebagai kekayaan bahasa daerah Kota Lubuklinggau semakin sedikit penuturnya. Upaya pelestarian itu sudah dilakukan STKIP-PGRI Lubuklinggau. Melalui seminar nasional yang digagas Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah, Jurusan IPS di Balai Embun Semibar awal November 2017 lalu.

Pemerhati Pendidikan H Ahmad Baidjuri Asir berharap seminar ini ada tindak lanjut. Ia memisalkan, adanya upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau untuk membuat kurikulum Aksara Ulu.

“Ini penting dan mendesak. Kita memang punya aset, Pak H Suwandy Syam. Beliau sudah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan Aksara Ulu. Namun kita harus meregenerasi. Memang STKIP-PGRI sudah melakukan itu. Banyak mahasiswa yang menguasai Aksara Ulu. Nah ini yang harus diberdayakan,” tutur H Baidjuri Asir.

Sebagai masyarakat yang memberikan perhatian lebih pada kekayaan bahasa lokal, Baidjuri amat setuju jika ada pembahasan lebih lanjut, untuk memastikan aksara ulu masuk kurikulum.

“Aksara Ulu ini bagian menarik yang bisa memancing minat wisatawan untuk datang ke Lubuklinggau. Kalau ini kita lestarikan, siswa-siswi mulai SD, SMP dan SMA sudah bisa jadi penutur,” jelasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Ketua STKIP-PGRI Lubuklinggau, DR H Rudi Erwandi melalui Kaprodi Pendidikan Sejarah, Yeni Asmara, Sabtu (11/11) berpengharapan sama.

“Kalau SDM gurunya kami siap membantu. Kami yakin, alumni Prodi Pendidikan Sejarah banyak yang mumpuni jadi tenaga pengajar mulok Aksara Ulu. Jadi tidak perlu mengkhawatirkan masalah SDM,” jelasnya.

Ia juga meyakini, jika ini dilakukan bisa membantu upaya pelestarian aksara ulu di Kota Lubuklinggau.
“Harapan kami, jangan sampai kekayaan bahasa ini punah. Maka kita harus ambil tindakan lebih cepat. Gagasan ini juga sudah ada di STKIP-PGRI Lubuklinggau,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita