oleh

Kurangi Tunggakan Iuran, Kader JKN Beraksi

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Dari 250.000 warga Kota Lubuklinggau, tinggal 30% yang belum terdaftar jadi peserta BPJS Kesehatan. Pemerintah Kota Lubuklinggau mendukung penuh komitmen BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2019.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau Eka Susilamijaya, yang menjadi bagian terpenting selain dari pencapaian cakupan peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan adalah kepatuhan peserta dalam membayarkan iuran.

“Karena sistem gotong royong melalui iuran peserta yang sehat membantu peserta lainya yang membutuhkan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan (Faskes),” jelas dia, Sabtu (25/8).

Oleh karena itu, kata dia, BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau bekerja sama dengan enam kader dengan formulasi tiga laki-laki dan tiga perempuan dengan wilayah kerja yang telah ditetapkan.

Ia mengharapkan dengan formulasi ini dapat saling mengisi, melengkapi serta berbagi informasi mengenai strategi yang efektif dan efisien dalam mencapai target.

Pembekalan kader telah dilakukan Eka Susilamijaya, Selasa (21/8) lalu di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, Jl Pembangunan, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Dalam pembekalan kader itu, disampaikan semua ketentuan dan peraturan mengenai BPJS Kesehatan mulai dari dasar hukum, segmen peserta, pendaftaran, pelayanan kesehatan, dan paling khususkan mengenai iuran, tunggakan serta sanksi apabila peserta tidak patuh dalam membayarkan iuran JKN-KIS BPJS Kesehatan.

“Kader bukan debt collector tapi mitra BPJS Kesehatan dan perpanjangan tangan dari BPJS Kesehatan untuk mengingatkan peserta yang sudah terdaftar tetapi terdapat kendala dalam pembayaran sehingga menunggak. Kader juga memberikan informasi mengenai jumlah tunggakan dan channel pembayaran serta dijelaskan adanya denda pelayanan kesehatan apabila menunggak,” imbuh dia.

Menurut Eka, kader juga diharapkan menjadi PPOB (Payment point online bank) sehingga dapat memfasilitasi peserta yang dikunjungi untuk langsung membayarakan iurannya dengan cepat dan mudah.

Kader dibekali seluruh informasi mengenai JKN-KIS BPJS Kesehatan dan dalam melakukan kunjugan dapat memastikan lagi pemahaman masyarakat akan program ini sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kepesertaan JKN-KIS BPJS Kesehatan dan kepatuhan dalam pembayaran iuran.

“ Selain itu kader juga dapat menjadi PPOB bertujuan untuk memudahkan peserta yang menunggak ataupun tidak dapat langsung melakukan pembayaran melalui kader tersebut dikarenakan beberapa faktor ketidakpatuhan peserta adalah tidak tahu dimana melakukan pembayaran atau tidak sempat untuk melakukan pembayaran. Sehingga menyebabkan tagihan terus bertambah dan terakumulasi semakin besar. Sehingga terasa sangat berat untuk dilakukan pembayaran,” jelas dia.

Menurut Eka, Rutin membayar iuran tidak hanya membantu peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena untuk pengobatan ringan satu orang saja itu membutuhkan iuran lima orang yang sehat.

Lalu, lanjut dia, bagaimana untuk pengobatan yang membutuhkan biaya yang besar lainnya. Eka berkeyakinan, semua akan terasa ringan apabila dilakukan secara rutin setiap bulannya dengan ikhlas niat ibadah dengan imbalan pahala serta membantu sesama tentunya rasa ini akan timbul apabila terus dilakukan pendekatan dan pemberian informasi langsung yang salah satunya dilakukan oleh Kader JKN.(02)

Rekomendasi Berita