oleh

Kurang Komputer, SMAN Tetap UNBK

MURATARA – Nyaris setiap SMAN di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kekurangan komputer. Meski begitu, mereka tetap optimis bisa menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mandiri (di sekolah) tahun ajaran 2019/2020 ini.

SMAN Karang Dapo misalnya, sekolah yang dipimpin Zainal ini membutuhkan 75 unit komputer. Namun yang tersedia baru 20 unit komputer.

“Ya, memang komputer yang ada di sekolah kurang. Tapi tetap UNBK tahun 2019 ini. Idealnya kami punya 75 komputer. Sebab siswa yang bakal UNBK ini 150 orang. Nanti cari solusi, bisa pinjam ke siswa-siswi dan guru,” tutur Kepala SMAN Karang Dapo, Zainal Rabu (9/1).

Zainal meyakini, 55 laptop bisa dipinjam dari siswa-siswi, sementara laptop guru untuk cadangan.

24 Januari 2019 ini, simulasi UNBK dari SMA se-Sumatera Selatan (Sumsel) tetap dilakukan.

“Kami juga ikut (simulasi,red),” tuturnya.

Dengan komputer dan laptop yang ada, Zainal optimis UNBK bisa dilakukan dalam dua sesi.

“Kalau jaringan internet, sudah kami pasang 2018 lalu. Jadi UNBK 2019 ini perdana untuk SMAN Karang Dapo. Kalau listrik, kami tidak bisa mengandalkan PLN, sebab kerap kali padam. Jadi kami menyewa genset nanti,” imbuhnya.

Hal sama juga terjadi di SMAN Karang Jaya. Ada 200-an siswa kelas XII yang akan UNBK tahun ini.

Kepala SMAN Karang Jaya, Haksia mengabarkan, di sekolahnya tak ada satupun komputer tersedia.

“Ada 10 unit, itu kami pinjamkan ke SMPN Karang Jaya. Karena hanya 10 unit. Jadi untuk UNBK kami butuh 80-an unit. Nanti pinjam dengan siswa-siswi,” jelasnya.

Menurutnya, SMAN Karang Jaya pernah dapat bantuan komputer, namun tahun 2008 lalu. Sehingga, komputer yang ada mayoritas tak layak pakai lagi. Haksia sempat ingin meminta tolong dengan komite sekolah. Hanya saja, komite sudah membantu pemasangan jaringan internet. Sehingga ia memilih untuk bersabar soal pengadaan komputer untuk UNBK.

“Kalau jaringan internet sudah ada dan bagus. Tahun 2018 lalu kami UNBK-nya masih numpang dengan SMKN Rawas Ulu. Kami bawa laptop, numpang internetnya di sana. Tahun ini UNBK mandiri, internet sudah ada, genset juga ada. Kalau listrik tadinya hanya 6 ampere sudah kami naikkan jadi 10 ampere,” imbuh Haksia.

Kekurangan komputer ternyata juga terjadi di SMAN Rupit. Tahun ini ada 360 siswa kelas XII yang akan mengikuti UNBK, sementara komputer yang tersedia baru 23 unit.

“Jadi sebenarnya kami butuh 120 komputer, untuk tiga sesi per hari. Agar tetap bisa UNBK, nanti kami akan meminjam dari guru dan laptop siswa. Dan akan kami bicarakan juga dengan wali siswa,” jelas Kepala SMAN Rupit, Suprihartini.

Rencana simulasi UNBK, kata Suprihartini, akan dilakukan akhir Januari 2019.

“Harapan kami, nanti bisa dapat bantuan komputer dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Mohon doanya saja. Mengingat mau tidak mau, suka tidak suka, UNBK ini penting. Selain memang sudah program Disdik Sumsel, juga melatih siswa-siswi agar tidak gagap teknologi,” jelas dia.

Hal sama diungkapkan Kepala SMAN Bingin Teluk, Darmadi. Soal listrik, jaringan internet dan perangkat komputer untuk UNBK tahun ini tengah diusahakannya agar segera terpenuhi.

“Kalau komputer, kita awalnya cuma punya tiga unit. Alhamdulillah kemarin dibantu melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Bank SumselBabel Cabang Lubuklinggau dapat lima unit. Jadi sudah ada delapan unit. Nanti kami akan kumpulkan wali siswa yang mampu untuk bisa membantu. Namun sifatnya tidak memaksa. Ini bagi yang punya rezeki lebih,” terang Darmadi.

Menurut Darmadi, idealnya dengan 168 siswa yang akan ujian tahun 2019 nanti, dibutuhkan sekitar 60 unit komputer. Hanya saja, ia tidak bisa memaksakan memungut dari orang tua, khawatir membebani dan timbul polemik.

“Jadi ini sedang diupayakan. Dan kami memastikan akan menyelenggarakan UNBK,” terang Darmadi dengan optimis.

Mengenai jaringan internet, Sabtu 22 Desember 2018 sudah dipasang. Dan kebutuhan listrik untuk UNBK, sedang dicarikan solusi.

“Di sini memang listrik itu jadi kendala. Namun kami bisa sewa genset,” imbuhnya.

Darmadi berharap di usia SMAN Bingin Teluk yang sudah 15 tahun bisa terus berinovasi. Bahkan, ia optimis dengan guru dan staf yang ada didukung orang tua/wali siswa bisa memajukan SMAN Bingin Teluk.

“Tahun kemarin kita belum bisa UNBK. Namun tahun ini, kita harus bisa UNBK,” imbuhnya. (lik)

Rekomendasi Berita