oleh

Kuliah ke Luar Negeri

Kepala SMA Negeri 1 Lubuklinggau, Zulkarnain
“Saat ini ada beberapa kampus di China yang juga sudah bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Lubuklinggau. Salah satunya, Universitas Guangzhou….”

LINGGAU POS ONLINE, PELITA – Melanjutkan kuliah ke luar negeri, kini jadi target banyak calon alumni SMA Negeri 1 Lubuklinggau. Hal itu bukan tak beralasan. Karena ada sebagian alumni yang sudah menunjukkan keberhasilannya bersaing dengan mahasiswa luar negeri di kampus-kampus ternama dunia.

Kepala SMA Negeri 1 Lubuklinggau, Zulkarnain didampingi Waka Kesiswaan, Suparno, Kamis (22/11) menjelaskan, diantara alumni yang kini sedang berjuang kuliah di luar negeri, yakni Saka Wijaya, yang kini sedang kuliah di Jepang dan Nofal, memilih kuliah di Turki.

“Jadi mereka ini memang punya semangat besar untuk menjelajah dunia. Selain mempersiapkan diri dari sisi kemampuan berbahasa, siswa sebelum lulus biasanya suka sharing dengan guru. Yang dinilai dekat, untuk turut membimbing agar mereka bisa mewujudkan mimpi (kuliah ke luar negeri),” jelas Suparno.

Zulkarnain menambahkan, saat ini ada beberapa kampus di China yang juga sudah bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Lubuklinggau. Salah satunya, Universitas Guangzhou. Tidak menutup kemungkinan, ia masih akan menggandeng beberapa kampus lagi. Seperti di Jepang dan Timur Tengah.

Selain menarget bisa kuliah ke luar negeri, seorang siswa Muhammad Abdul Ghoffar Lahindra juga akan mengikuti program Bina Antar Budaya. Untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Nederland, Belanda.

Kepada Linggau Pos, Abdul Ghoffar menceritakan bahwa, ia terinspirasi untuk bisa ke Nederland karena sang kakak yang sukses kuliah dan kerja di Belanda.

“Konsekuensinya memang saya akan sedikit tertinggal mata pelajaran. Tapi saya sudah siap dengan konsekuensi itu. Ini juga sudah saya sampaikan ke orang tua,” jelasnya.

Ia mengatakan, ikut pertukaran pelajar ini, agar Abdul Ghoffar bisa mengetahui bagaimana Nederland dan kemajuan industri perminyakan di sana. Sehingga, ia bisa lebih menyiapkan diri jika kelak diberi kesempatan untuk bisa kuliah di sana.

Dalam proses seleksi, siswa kelas XI IPA 5 itu bersaing dengan 450 pelajar se-Sumsel.

“Pertama, saya ikut tes pengetahuan umum. Lalu wawancara tersisa 120 orang. Setelah wawancara masuk tahap dinamika kelompok ada 40 orang yang ikut. Saya bahas satu masalah yang berdampak untuk masyarakat. Yakni tentang solusi pembuatan air bersih. Yang sejatinya tak membutuhkan alat-alat mahal. Menggunakan kertas saja, kita bisa menyuling air menjadi bersih. Apa yang saya tulis itu seias dengan tugas saya sebagai duta kreatif Duta Adiwiyata Sekolah,” kata Ghoffar.

Di Nedherland nanti, Abdul Ghoffar ingin melihat teknis pengelolaan minyak, sehingga produk asal Belanda ini bisa menembus pasar dunia, melalui brand Shell.

“Intinya saya akan sangat antusias jika berbicara tentang perminyakan di sana,” jelas putra sulung Lusi Windra Apriani dan Sarkulis ini.

Siswa yang juga aktif di Sanggar Seni Lan Bege SMA Negeri 1 Lubuklinggau itu berharap dengan dukungan keluarga dan sekolah, ia bisa menjalani proses pertukaran pelajar itu dengan baik.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita