oleh

Kuliah di Universitas Terbuka, Banyak Untungnya

Registrasi Segera di UT Pokjar Lubuklinggau Selatan

TAHUN 2012, Hj Warah, M.Pd memantapkan diri buka Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ UT) Kelompok Belajar (Pokjar) Lubuklinggau Selatan. Awalnya, hanya 35 orang mahasiswa ditampung dalam satu kelas Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru (PG) PAUD.

“Saya amat bersyukur. Karena semakin ke sini, memasuki tahun kelima jurusan mahasiswa PG PAUD saja lima kelas, dan PG PAUD BI satu kelas,” tutur Ketua UT Pokjar Lubuklinggau Selatan, Hj Warah saat dibincangi Linggau Pos, Sabtu (13/1).

Tak hanya PG PAUD, kini UPBJJ UT Pokjar Lubuklinggau juga memiliki program pendidikan dasar lain. Yakni, Prodi PGSD Bidang Ilmu (BI) dengan mahasiswa lima kelas, dan Prodi PGSD murni sembilan kelas.

“Kami juga ada Prodi non Pendas, yakni Prodi S1 Ilmu Hukum dengan jumlah mahasiswa 8 kelas. Selain hukum, kami juga membuka Prodi Ilmu Manajemen, Prodi Perpustakaan, Prodi Ekonomi dan Prodi Ilmu Pemerintahan. Untuk empat Prodi ini, sistem kuliah mahasiswanya melalui online karena tidak cukup kuota,” jelasnya.

Dan istimewanya, UT Pokjar Lubuklinggau Selatan telah mewisuda mahasiswa lima angkatan, berjumlah 165 orang, dari Prodi Magister Administrasi Publik (MAP), mewisuda 400 mahasiswa dalam lima angkatan Prodi PGSD, satu angkatan alumni PG PAUD BI dengan 18 mahasiswa dan akan segera mewisuda 31 mahasiswa Prodi PG PAUD murni, dan 90 mahasiswa PGSD murni pada 9-10 Maret 2018 ini.

Kepada Linggau Pos, Hj Warah menuturkan, pihaknya membuka jurusan pendidikan dasar, karena di Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten Rejang Lebong, sebagai wilayah terdekat dari UT Pokjar Lubuklinggau Selatan ini masih banyak kekurangan guru. Baik SD maupun PAUD yang basisnya sesuai dengan kebutuhan atau dengan kata lain guru yang linier dibidangnya.

Dibukanya jurusan Pendas juga sebagai upaya pengaderan guru PAUD. Mengingat rata-rata yang selama ini mengajar di TK dan PAUD itu gurunya autodidak belum mengetahui metode mengajar khusus PAUD.

“Kalau yang non Pendas itu, kami buka karena berdasarkan usulan terutama di kalangan anggota Polri meminta kami membuka jurusan hukum. Sebab, mereka sudah tahu bahwa di UT sangat strategis, bagi mahasiswa yang ingin kuliah namun tetap bisa sambil berkarier,” jelasnya.

Bagi anda yang masih bertanya-tanya soal sistem belajar di UT, Warah menjelaskan ada beberapa metode yang digunakan. Pertama tatap muka jika mahasiswa memenuhi kuota minimal 25 orang. Kedua, sistem belajar sembilan kali pertemuan Sabtu dan Minggu, ketiga, belajar sistem online jika mahasiswanya kurang dari 25 orang.

Untuk memaksimalkan proses perkuliahan di UT Pokjar Lubuklinggau Selatan, didukung oleh dosen yang mengampu Bidang S1 Hukum 25 orang, dosen Pendas 40 orang.

“Semuanya mengampu mata kuliah sesuai dengan bidang studi (linear). Tak hanya para magister, dosen kami juga ada yang sudah bergelar doktor. Disamping itu ada juga dosen yang masih S1, namun secara keilmuan dia sudah dosen senior sehingga cukup mumpuni dibidangnya,” jelas Warah.

Lalu sebenarnya, apa sih kelebihan kuliah di UT?

Warah menerangkan, pertama UT adalah universitas Negeri, telah terakreditasi dan bisa persamaan ijazah, bisa sambil bekerja (efisiensi biaya dan waktu), murah, dan terjangkau.

“Selama ini, memang ada image masyarakat mengatakan UT susah dalam penilaian. Itu tidak benar. Justru UT yang kami kelola, rata-rata lulus tepat waktu. Bahkan banyak yang menerimah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya 4.00. Bahkan waktu wisuda 2017.2 kemarin, UT Lubuklinggau mencapai IPK tertinggi se-Sumsel. Itu diraih mahasiswi kami atas nama Indah Prezelia,” tutur Warah.

Mengenai status ijazah yang didapat oleh alumni mahasiswa UT, jelas resmi dan bisa dipakai untuk penyesuaian dan untuk kenaikan pangkat. Anda yang ingin kuliah di UT, syaratnya sangat gampang.

“Apalagi untuk non Pendas cukup bawa ijazah legalisir sekolah cap basah. Pas Foto 2×3 cm 3×4 cm 4×6 cm 3 lembar. Di map biola warna merah. Sementara bagi yang mahasiswa Pendas cukup menyerahkan ijazah legalisir cap basah, SK kepala sekolah atau yang PNS SK CPNS legalisir BKD, Surat Keterangan Mengajar, Surat Izin Belajar, NUPTK/Pag Id, Akta Notaris Yayasan bagi yang belum ada NUPTK, Pas foto 2×3 cm 3×4 cm 4×6 cm masing-masing 3 lembar, meterai 3 lembar Rp 6 ribu, dan map biola warna kuning untuk PG PAUD serta map warna hijau untuk PGSD,” jelasnya.

Mengenai biaya, Warah memastikan sangat terjangkau dan murah seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap bisa membuka di web ut.ac.id.

Salah seorang mahasiswi UT Prodi S1 Ilmu Hukum Maya Harnita mengatakan, sebagai anggota Polri (Polwan Polres Lubuklinggau) untuk menambah ilmu pengetahuan di bidang hukum, ia memilih kuliah di UT Pokjar Lubuklinggau Selatan (Yayasan Warrahmah).
“Banyak hal yang membuat saya menjatuhkan pilihan kuliah di UT Pokjar Lubuklinggau Selatan. Pertama, bisa kuliah sambil bekerja, kuliah tidak mengganggu jam dinas, lalu tidak perlu pemondokan/tempat kos karena tempat belajar ada di dalam Kota Lubuklinggau, biaya relatif murah dan pola belajar dengan tutorial tatap muka.

“Saya belajar setiap Sabtu dan Minggu selama 8 minggu. Selain itu, saya juga mengikuti ujian akhir semester di Lubuklinggau. Sehingga tidak mengeluarkan biaya transpor dan penginapan seperti kuliah yang ujiannya di kampus induk. Selain itu, yang membuat saya nyaman, tempat belajarnya cukup representatif di Yayasan Warrahmah Siring Agung. Lokasinya juga mudah dijangkau,” kata Polwan yang karib dipanggil Maya itu.

Bahkan, kalau ditanya fasilitas Maya memastikan sesuai standar.

“Kalau dosennya sudah pasti S2. Berpengalaman sebagai profesional pendidik. Ada juga dosen kami itu yang praktisi advokat, akademisi, PNS dan Polri. Kalau hasil kuliah, paling tinggi saat semester 1 nilai saya sangat memuaskan IPK saya 3, 61. Jadi bagi saya tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan saat anda memilih kuliah di UT. Jurusan yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini juga dibuka di UT. Jadi tunggu apa lagi,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita