oleh

KPU Pastikan Tidak Ada Pemilih Ganda

“Jadi, kalau ada yang ganda akan ketahuan dengan sendirinya. Maka, bisa dipastikan hal itu tidak akan terjadi,”kata ketua harian KPU Kota Lubuklinggau, Lukman Hakim.

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau, memastikan dalam gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Tidak akan ada lagi temuan pemilih ganda, sesudah disahkannya daftar pemilih tetap (DPT).

Hal ini, disampaikan oleh ketua harian KPU Kota Lubuklinggau, Lukman Hakim, Sabtu (18/11).

Menurutnya, adanya aturan baru bahwa DPT harus memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El), dapat menghindari kegandaan DPT.

“Jadi, kalau ada yang ganda akan ketahuan dengan sendirinya. Maka, bisa dipastikan hal itu tidak akan terjadi,” jelas Lukman.

Selain itu data yang didapatkan oleh sistem di Dukcapil tentunya sudah lewat prosedur penyaringan secara nasional. Sehingga, proses perekaman KTP-El sangat penting bagi KPU. Sebagai dasar untuk menyusun DPT.

“Bila ada kendala soal KTP-El, itu wewenang dari Dukcapil. Memang ada kendala lain, masyarakat yang sudah meninggal terdaftar di DPT, itu karena keluarga yang bersangkutan tidak melapor ke Disdukcapil,” kata Lukman.

Bahkan, dilanjutkan Lukman, sistem informasi data pemilih pada pilkada kali ini lebih transparan. Publik bisa membuka semua data pemilih. Bisa mengecek untuk memastikan dirinya terdaftar atau tidak.

Calon pemilih itu tidak perlu datang ke kelurahan, karena data dibuka secara transparan kepada publik, melalui situs resmi KPU.

Sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

“Warga yang tidak terdaftar dalam DPT masih bisa menyalurkan hak suaranya dengan menunjukkan surat keterangan dari Disdukcapil,” jelasnya.

Maka dari itu, dirinya menegaskan dan menghimbau kepada masyarakat yang belum memiliki KTP-El, hendaknya segera melakukan perekaman data KTP. Sebab, kalau itu tidak dilakukan terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Terpisah, Ketua KPU Kabupaten Musi Rawas, Ach Zaein mengatakan kalau pihaknya telah melakukan kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, dengan cara pengunggahan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yaitu pemilih yang pada saat hari pemungutan suara menggunakan KTP-El atau surat keterangan Disdukcapil ke Sidalih.

Kemudian, melakukan penyaringan pemilih tidak memenuhi syarat (TMS), misalnya yang sudah meninggal dunia maupun pindah ke kabupaten/kota lain.

“Kita berusaha dan terus berusaha, agar tidak ada masyarakat yang kehilangan hak pilihnya. Mengenai kegandaan, sepertinya hal itu tidak mungkin bisa terjadi, karena akan ketahuan di Sidalih, sama seperti kita melakukan verifikasi faktual terhadap keanggotaan parpol. Intinya, dengan sistem yang ada saat ini, kegandaan bisa dinetralisir,” jelasnya.(11)

Komentar

Rekomendasi Berita