oleh

KPU Lubuklinggau Ajak Masyarakat Sosialisasikan Pilkada

TIM KPU Kota Lubuklinggau terus bergerak dalam meningkatkan partisipasi pemilih, dengan melakukan sosialisasi yang berkesinambungan. Mereka telah melakukan sosialisasi di tempat marjinal, pasar tradisional, pasar modern hingga pusat keramaian lainnya, puncaknya Minggu (24/6) bertempat di Taman Olahraga Silampari (TOS), dilakukan kegiatan Sosialisasi Pilkada serentak 2018. Kegiatan mengangkat tema Mari Wujudkan Pilkada Lubuklinggau yang Damai dan Kondusif.

Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB, diawali dengan senam bersama jajaran penyelenggara mulai KPU, PPK, PPS hingga KPPS. Dihadiri Asisten II Setda Kota Lubuklinggau Kahlan Bahar, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau Rodo Wijaya, Wakapolres Lubuklinggau Kompol Zulkarnain. Humas Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Harmen serta beberapa pejabat lainnya, termasuk seluruh Komisioner KPU Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri, Gatot Widjianto, Deby Arianto, Lukman Hakim dan Efrizal, serta seluruh Sekretariat KPU Kota Lubuklinggau.

Ketua KPU Lubuklinggau, Efriadi Suhendri dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi yang dilakukan merupakan bagian dari pelaksanaan Pilkada serentak, yang akan dilakukan pada 27 Juni 2018.

Menurut Efriadi Suhendri, sosialisasi merupakan upaya untuk meningkatkan angka partisipasi Pilkada serentak 2018, dengan target 85 persen masyarakat menggunakan hak pilihnya. Sebab, KPU tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kerjasama semua pihak baik tokoh masyarakat, agama, pemuda hingga Pemkot Lubuklingau.

“Target yang sudah ditetapkan bukan target mudah, namun berbagai upaya sudah kami lakukan melalui sosialisi, semoga partisipasi dapat meningkat,” kata Efriadi Suhendri.

Penyelenggara juga dapat mengingatkan masyarakat lainnya melalui kegiatan sosial, termasuk di masjid-masjid dan saat hajatan untuk mengajak masyarakat memilih. Termasuk pengurus masjid juga perlu mengingatkan jamaahnya, agar menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni 2018.

Sebab, partisipasi masyarakat dalam Pilkada menjadi salah satu barometer suksesnya pesta demokrasi lima tahunan. Sebab, di Medan, partisipasi masyarakat hanya 30 persen dan itu dianggap kegagalan, meskipun pelaksanaan Pilkada berjalan dengan baik, aman dan kondusif. (01)

Rekomendasi Berita