oleh

KPU Kota Lubuklinggau Didemo

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Halaman depan lingkungan kantor Mapolres Lubuklinggau, mendadak ramai, Rabu (7/8). Pasalnya, sejumlah orang yang menjadi provokator datang ke lokasi, dan meminta untuk bertemu dengan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau. Sebab, mereka tidak terima dengan hasil penghitungan suara yang sudah dilakukan KPU Kota Lubuklinggau.

Akibatnya, polisi yang sudah berjaga-jaga berusaha untuk menenangkan sekelompok massa. Namun, hal itu tidak diindahkan oleh massa, mereka malah bertambah beringas dan berteria

“Pokoknya, kami tidak terima dengan hasil penghitungan suara. Kami ingin ketemu KPU, bukannya pak polisi,” teriak pendemo.

Melihat gelagat yang tidak baik, maka polisi berusaha untuk menenangkan massa, dengan membuat blokade. Sehingga, terjadinya dorong mendorong antara mereka. Tapi, tak berselang lama, komisioner KPU menemui massa dan dengan pengawalan super ketat menjelaskan kepada pendemo, untuk tidak berbuat anarkis. Namun, massa tetap memaksa agar KPU Kota Lubuklinggau melakukan hitung ulang, atas hasil pemilihan.

Aksi massa ini bagian dari pelaksanaan kegiatan latihan gladikotor simulasi pengamanan pelaksanaan Pilkada. Latihan gladikotor itu melibatkan anggota Polres Lubuklinggau, Brimob dan personel TNI dari Kodim 0406 Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasubag Ops, AKP Ermi menjelaskan pelaksanaan latihan gladikotor dilaksanakan dalam rangka tahapan pengamanan Pilkada serentak 2018, mulai di lokasi TPS oleh anggota bersama Linmas, hingga pelaksanaan berujung dengan aksi tuntutan sejumlah massa yang tidak terima dengan hasil penghitungan suara.

“Semua ini hanya latihan, supaya personel ada gambaran serta tahu apa yang akan dilakukan di lapangan. Sehingga, ketika terjadinya aksi unjuk rasa bisa bekerja sesuai dengan Tupoksi masing-masing,” katanya.

Meskipun demikian, pihaknya berharap pelaksanaan Pilkada dapat berjalan sebagai mana mestinya, yakni aman, tertib dan lancar.

“Gladikotor hanya dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita