oleh

KPU Instruksikan Paslon Serahkan LPPDK Tepat Waktu

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – KPU Kota Lubuklinggau mengingatkan Pasangan Calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau, segera menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Minggu, 24 Juni 2018.Bila sampai waktu yang sudah ditentukan ada Paslon yang tidak menyerahkan LPPDK, akan didiskualifikasi dari pencalonan.

Penindakan pembatalan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau sebagai peserta Pilkada 2018, karena telah melanggar Peraturan KPU Nomor:5 Tahun 2017 tentang Dana Kampanye Peserta Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Walikota dan Wakil Walikota.

Demikian disampaikan komisioner KPU Kota Lubuklinggau Divisi Hukum, Lukman Hakim, kepada wartawan koran ini, Minggu(10/6).

Adapun Paslon Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau peserta Pilkada, nomor urut 1, H Toyeb Rakembang-Sofian, kemudian nomor urut 2, H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar, dan nomor urut 3, H Rustam Efendi-Riezky Aprlia.

Menurut Lukman Hakim, selain tepat waktu Paslon juga dilarang menerima sumbangan dari dana asing, warga asing, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing dan pemerintah asing. Dana kampanye tidak boleh dari APBN, APBD, BUMN dan BUMD.

Jika ada sumbangan dana kampanye asing masuk di Paslon, maupun dana yang berasal dari APBN, APBD, BUMN dan BUMD, dananya akan diserahkan pada kas negara.

Syarat yang harus dipatuhi Paslon, adalah sumbangan dana kampanye yang diterima dari partai politik maupun perusahaan berbadan hukum maksimal Rp 750 juta. Sementara sumbangan dana kampanye dari perseorangan maksimal Rp 75 juta, tidak boleh ada yang lebih dari itu.

Untuk itu Lukman Hakim, meminta masing-masing Paslon untuk menyerahkan LPPDK tepat waktu, dan menghindari kesalahan dalam menerima sumbangan kampanye.

“Senin (25/6), kita akan menyerahkan LPPDK Kantor Akuntan Publik untuk diaudit. Diharapkan Paslon tidak menggunakan dana yang dilarang dalam PKPU,” kata Lukman Hakim.

Sekedar mengingatkan, sumbangan dana kampanye yang diterima Paslon nomor urut 2, H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar tertinggi, dengan nominal sebesar Rp 834.000.000.

Diikuti, Paslon nomor urut 1, H Toyeb Rakembang-Sofian sebesar Rp 173.000.000. Sedangkan Paslon nomor urut 3, H Rustam Effendi-Riezky Aprilia, tidak menerima sepeserpun sumbangan dari pihak manapun, sehingga laporannya zero sumbangan. (01)

Rekomendasi Berita