oleh

KPU Fasilitasi Akses Pemilih Disabilitas

PALEMBANG – KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), terus berinovasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pemilu 2019. Salah satunya, memastikan fasilitasi pemilih disabilitas, untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu lima tahunan tersebut. Sebab, berdasarkan data setidaknya ada 7.282 penyandang disabilitas yang sudah terdata dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Tahapan Dua (DPTHP-2).

Rinciannya, 2.030 jiwa tunadaksa, 1.415 jiwa tunanetra, 1.617 jiwa tunarungu, 1.021 jiwa tunagrahita dan 1.199 disabilitas lainnya. Hal ini disampaikan Komisioner KPU Sumsel Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Hendri Almawijaya, Minggu (6/1).

Menurut Hendri, walaupun sudah difasilitasi tapi, mengenai Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari para penyandang disabilitas tersebut, tetap menggunakan TPS umum. Namun, akan diberikan akses khusus bagi penyandang disabilitas oleh petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), misalnya didampingi dan diantar langsung ke bilik suara.

“Khusus, tuna netra telah disiapkan surat suara dengan huruf Braille. Jadi, mereka bisa langsung memilih peserta pemilu tanpa diketahui petugas KPPS,” kata Hendri.

Bahkan, saat ini pihaknya telah mendata keberadaan dari para pemilih penyandang disabilitas, termasuk TPS yang akan digunakan mereka. Sehingga nanti para petugas KPPS akan langsung diakomodir dan diberikan akses kepada mereka. Selain itu, akan dilakukan sosialisasi kepada para penyandang disabilitas ini, mengenai tata cara pencoblosan, termasuk bentuk surat suara yang akan digunakan pada 17 April 2019.

Sosialisasi akan dilakukan bukan hanya pada penyandang disabilitas, tapi juga kepada masyarakat yang sudah memiliki hak pilih. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepemiluan, kepada seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih.

“Semoga, dengan diberikannya pemahaman tentang Pemilu, partisipasi masyarakat dapat meningkat,”jelasnya. (aku)

Rekomendasi Berita