oleh

KPU Bakal Dirikan TPS Khusus di Lapas

MUSI RAWAS – KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan mendirikan tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Lubuklinggau. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi 781 warga binaan yang ada.

Didirikannya tiga TPS khusus di Lapas tersebut, karena berdasarkan Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu 2019, dalam satu TPS maksimal 300 pemilih, dan ini acuan didirikannya tiga TPS di Lapas.

Demikian disampaikan Komisioner Divisi Program dan Data KPU Kabupaten Mura, Wahyu Setiadi, Selasa (15/1).

Menurutnya, berdasarkan data yang disampaikan pihak Lapas, warga binaan berasal dari berbagai daerah, yakni dari Kota Lubuklinggau 316 orang, dari Kabupaten Mura 133 orang, dari Kabupaten Muratara 122 orang. Kemudian, dari Kabupaten Empat Lawang 24 orang, dari Kabupaten Lahat 27 orang, sisanya dari luar Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami akan berusaha memfasilitasi agar seluruh warga binaan bisa menggunakan hak pilih, asalkan memenuhi syarat yang sudah ditentukan. Seperti, sudah berusia diatas 17 tahun atau menikah,” katanya.

Namun, bisa dipastikan surat suara yang akan diberikan ke warga binaan di TPS khusus, tidak sama seperti yang diberikan di TPS umumnya. Karena, warga binaan yang berasal dari luar Provinsi Sumsel, kemungkinan hanya dapat satu surat suara, yakni surat suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres). Kemudian, untuk pemilih yang berasal dari luar Kabupaten Mura, kemungkinan tidak dapat surat suara untuk Calon Legislatif (Caleg) dari Kabupaten Mura.

“Kemungkinan, surat suara diberikan sesuai Dapil (Daerah Pemilihan, red), tapi bagaimana proses selanjutnya sedang dikaji. Yang jelas, akan dipetakan dulu,” jelasnya.

Seperti diketahui, KPU Kota Lubuklinggau pun juga sudah mulai mendata pemilih yang berada di Lapas klas II A Lubuklinggau, untuk dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Sebab, pendataan terhadap warga binaan merupakan agenda nasional, untuk menjaga hak pilih semua warga yang sudah memenuhi syarat memilih, termasuk warga binaan.

Pemilih dengan kategori tersebut akan dimasukkan dalam DPT tambahan (DPTb), karena akibat kondisi tertentu mereka tidak bisa memilih sesuai dengan domisili masing-masing. Bahkan, kemungkinan akan ada tiga sampai empat TPS khusus di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau, karena berdasarkan UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu 2019, maksimal pemilih dalam satu TPS sebanyak 300 orang, dan tidak boleh lebih. (aku)

Rekomendasi Berita