oleh

KPU Antisipasi Masuknya Pemilih Eksodus

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – KPU Kota Lubuklinggau memastikan pemilih eksodus tidak bisa masuk ke wilayah Kota Lubuklinggau, dalam perhelatan Pilkada serentak 2018. Sebab, KPU Kota Lubuklinggau membekali seluruh jajarannya baik PPK maupun PPS untuk menginstruksikan anggota KPPS memastikan pengguna hak pilih yang membawa blangko C6 KWK merupakan warga setempat.

Ketika ada keraguan anggota KPPS diinstruksikan untuk meminta pemilih yang membawa blangko C6 KWK tadi menunjukkan KTP atau Surat Keterangan (Suket) dari Disdukcapil.

Hal ini disampaikan komisioner Divisi Hukum KPU Kota Lubuklinggau, Lukman Hakim di Sekretariat KPU Kota Lubuklinggau, Kamis (21/6).

Menurut Lukman Hakim, anggota KPPS diyakini mengenali seluruh pemilih yang datang ke TPS, sebab seluruh anggota KPPS merupakan warga setempat.

“Jadi, ketika ada pemilih yang tidak dikenal anggota KPPS, pemilih yang bersangkutan harus menunjukkan identitasnya,” kata Lukman Hakim.

Dilanjutkan Lukman Hakim, sebenarnya potensi masuknya pemilih eksodus telah diantisipasi KPU Lubuklinggau jauh sebelum pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara yang akan dilakukan Rabu 27 Juni 2018.

Sebab, sudah ada rangkaian panjang dalam penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), mulai dari Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), hingga ditetapkannya Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Setelah itu, kembali dilakukan validasi ke lapangan, DPS tadi kembali di verifikasi anggota PPS, hasil dari verifikasi tadi diplenokan di PPS, PPK hingga KPU. Setelah itu, DPS tadi ditetapkan jadi DPT. Dengan rangkaian yang panjang tersebut, maka Lukman Hakim yakin masuknya pemilih eksodus di Pilkada serentak 2018, bisa dinetralisir.

Terpisah, Ketua Panwaslu Kota Lubuklinggau, Mirwan Jaya Husen mengatakan potensi masuknya pemilih eksodus cukup tinggi, karena menggunakan hak pilih cukup membawa formulir C6 KWK yang sudah dibagikan anggota KPPS. Jadi, bisa saja formulir C6 KWK yang sudah dibagikan itu jatuh ke pemilih eksodus, yakni orang yang tidak mempunyai hak pilih.

Namun, untuk mengantisipasi hal itu pihaknya sudah melakukan langkah strategis, seperti merekrut pengawas TPS berasal dari warga setempat, serta menginstruksikan pengawas TPS untuk memastikan pemilih merupakan warga setempat, dan merupakan orang yang mempunyai hak pilih.

Ketika ada keraguan, pengawas TPS harus meminta pemilih yang membawa C6 KWK tersebut untuk menunjukkan identitasnya ke anggota KPPS.

“Prinsipnya kita sudah siap mencegah masuknya pemilih eksodus,” kata Mirwan. (01)

Rekomendasi Berita