oleh

KPM PKH Mundur Belum Bertambah, Baru 47 KPM

LINGGAU POS.CO.ID- Tahap 1 Tahun 2020, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Lubuklinggau yang graduasi mandiri atau mengundurkan diri 47 KPM. Sedangkan graduasi alamiah atau komponen habis, sebanyak 121 KPM.

Hal ini disampaikan Ketua Pendamping PKH Kota Lubuklinggau, Yudha saat dibincangi apakah ada penambahan jumlah KPM PKH yang mengundurkan diri, lantaran alasannya adanya rencana pemasangan stiker setiap rumah KPM PKH.

Yudha menegaskan, sudah memasuki tahap 1 tahun 2020 (November-Januari 2020, red) belum ada penambahan jumlah KPM PKH yang mengundurkan diri mandiri. Meskipun ada beberapa penyebab lainnya, KPM memilih mundur seperti sudah punya usaha, sadar masih muda, merasa masih bisa berusaha untuk memenuhi kebutuhan serta sadar karena setiap pertemuan kelompok, mendapat bimbingan dari pendamping PKH.

Namun Yudha tetap berharap, pemasangan stiker di rumah KPM PKH nanti membuat mereka yang sudah tidak layak menerima merasa malu dan mau mengundurkan diri untuk menerima bantuan ini. “Karena saat ini, masih minim KPM yang mau dengan suka rela mengundurkan diri ketika sudah tidak layak atau tidak memenuhi persyaratan untuk menerima PKH,” tegas Yudha.

Tahap I ini diungkapkan Yudha, hasil final closing tahap 1 2020 diajukan sebanyak 6.451 KPM, ditambah 669 hasil validasi yang sudah berhasil Burekol (Buka Rekening Kolektif).

“Jadi total untuk tahap 1 2020 ada 7.120 KPM. Insya Allah akan disalurkan dari Kementerian sosial RI kepada penerima manfaat pada Januari 2020 ini. Jadwal pastinya kita belum terima, apakah pada pertengahan atau akhir Januari,” jelas Yudha.

Sebelumnya, Kepala Dinsos Kota Lubuklinggau, AH Ritonga membenarkan terkait rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau memasang stiker untuk penerima bantuan sosial. Salah satunya, penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan KPM PKH.

Bahkan untuk KPM PKH, melalui pendamping PKH pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait rencana ini. Dampaknya pun dilanjutkan Ritonga mulai dirasakan. “Setelah kita sosialisasikan, beberapa KPM PKH ada yang sudah mawas diri dan memilih untuk mundur. Namun ada juga yang pura-pura tidak tahu,” ungkapnya.

Tujuan dari pemasangan stiker ini dilanjutkan Ritonga, untuk mengedukasi penerima BPNT dan KPM PKH. Mereka yang merasa tidak pantas lagi malu ketika rumahnya dipasang stiker. Ini juga berdasarkan surat edaran dari Kemensos RI No.1000/LJS/HM.01/6/2019 tentang labelisasi KPM PKH. Salah satu isinya mendukung pemasangan stiker dengan penggunaan kata ‘Keluarga Pra Sejahtera’

“Ya tujuan kita untuk mengedukasi, sehingga penyaluran PKH ini betul-betul tepat sasaran,” tegas Ritonga.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul “KPM PKH Mundur Belum Bertambah”

Rekomendasi Berita