oleh

KPK Tangkap Bupati Lampung Tengah

LINGGAU POS ONLINE, LAMPUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah, setelah sehari sebelumnya menangkap Bupati Subang, Jabar, Imas Aryumningsih. Dalam operasi senyap yang digelar Rabu (14/2), Tim Satgas Penindakan lembaga antirasuah menangkap seorang kepala daerah di wilayah Provinsi Lampung.

“11 orang diamankan, termasuk Bupati Lampung Tengah Mustafa,” terang sumber JawaPos.com, di Jakarta, Rabu (14/2) malam. Adapun para pihak yang diciduk selain sang bupati antara lain T, A, A I,A, Z, I, K, E, dan E.
Saat ini para pihak yang diamankan sebagian besar telah sampai di Gedung KPK sejak Rabu (14/2) malam. Mereka tengah menjalani pemeriksaan intensif guna ditentukan status hukumnya dalam waktu 1×24 jam.
“Sudah di lantai 2  delapan orang (ruang penyidikan), tiga orang tengah dalam perjalanan,” imbuh sumber tersebut.

Terpisah ketika dikonfirmasi perihal adanya penangkapan tersebut, Sejumlah pimpinan KPK belum mau merespon. demikian juga dengan juru bicara KPK Febri Diansyah.

Mustafa sendiri maju sebagai calon Gubernur Lampung pada pilkada serentak 2018 dengan menggandeng Ahmad Jajuli. Keduanya diusung Partai Nasdem, PKS, dan Hanura.

KPK mengamankan uang tunai sebesar Rp 1 miliar dari kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Lampung Tengah. KPK menjelaskan diduga uang tersebut adalah hadiah antara Pemkab dan DPRD Lampung Tengah.

“Kami amankan sejumlah uang juga di Lampung. Ada sekitar Rp 1 Miliar yang kami amankan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/2) dini hari.

Febri menjelaskan adanya indikasi penyuapan antara Pemkab dan DPRD setempat di mana Pemkab memerlukan persetujuan dari DPRD. Febri menyampaikan uang Rp 1 miliar diduga menjadi hadiah dari pihak Pemkab untuk DPRD Lampung Tengah.

“Indikasi ya terkait dengan adanya kebutuhan persetujuan terhadap DPRD. Jadi pihak Pemkab meminta persetujuan pada DPRD, kemudian dilakukanlah sejumlah upaya untuk pemberian hadiah atau janji tersebut,” terang Febri.

Dalam kegiatan OTT ini sebanyak 14 orang terjaring. Mereka diamankan dari dua lokasi yaitu Lampung dan Jakarta.

14 orang yang diamankan terdiri dari berbagai unsur di pemerintahan, mulai dari anggota DPRD, pejabat Pemkab, pegawai Pemkab dan seorang pihak swasta.

“Tidak ada kepala daerah yang kami amankan sampai detik ini,” jelasnya.

Rekomendasi Berita