oleh

KPK OTT di Bandar Lampung

Salah Satunya Pengusaha Kontraktor

BANDAR LAMPUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Rabu (23/1) KPK OTT di Lampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Lampung lembaga anti rasuah tersebut meringkus salah satu pengusaha kontraktor berinisial AS yang diduga merupakan adik salah satu calon legislatif DPRD Provinsi Lampung dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Pantauan dilokasi, terlihat sekitar pukul 20.00 WIB dua mobil minibus warna hitam langsung masuk ke Mapolda Lampung, dan terlihat ada lima orang turun dari kedua mobil tersebut lalu salah satunya wanita membawa kardus berisikan alat-alat bukti langsung menuju ke ruangan Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung.

Salah satu petugas Ditreskrimsus Polda Lampung yang enggan disebutkan namanya membenarkan apabila ruangan Indagsi Ditreskrimsus dipakai untuk keperluan penyidikan. “Ya, benar ruangan lagi di pinjam,” ujarnya.

Namun, iya pun juga tidak bisa memastikan apakah yang meminjam tersebut penyidik KPK. “Kalau itu (KPK) kami belum tahu, yang pasti ruangan lagi dipinjam,” singkatnya.

Sementara itu, Wadirkrimsus Polda Lampung AKBP Robertus Dedeo saat ditemui di Mapolda belum bisa banyak bicara terkait OTT itu. “Ya, nanti saja saya belum bisa bicara banyak,” urainya sambil berlari menuju ruangan.

Cek Memastikan Terkait OTT, Keluarga Antoni Sibron Datang Polda Lampung

Salah satu keluarga dari Antoni Sibron terduga yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Muhammad Randy Pratama (28) mendatangi Polda Lampung, Rabu (23/1).

“Ya ini datang ke Polda cuma memastikan saja apakah benar (Antoni, red) di OTT KPK,” ujarnya kepadawartawan.

Menurutnya, ia mendapatkan informasi OTT tersebut dari pesan berantai WhatsApp dan keluarga terdekatnya. “Nah maka itu, saya mau memastikannya. Kalau memang benar (Antoni, red), kami dari keluarga akan menyediakan kuasa hukum, katanya.

Ia memastikan, bahwa nomor handphone milik kedua saudaranya itu sedang dalam keadaan tidak aktif. Selain Fauzan dan Antoni, ia menyatakan ada dua orang lagi yang masih berkaitan dengan persoalan saudaranya itu ikut terlibat.

“Ada empat keluarga saya di dalam. Saya mau pastikan itu. Dan memang nomor mereka tidak aktif. Yang tidak aktif itu nomor keduanya (Fauzan dan Antoni, red),” ucapnya.

Ia menambahkan, jika benar saudaranya di dalam dirinya hendak mengantarkan makanan dan baju. “Sekalian mengecek kebenarannya,” tandasnya. (ang/fin)

Rekomendasi Berita