oleh

KPAID Lubuklinggau Ungkap Korban Pemerkosaan Ayah Kandung, Nyaris Bunuh Diri

LINGGAUPOS.CO.ID – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Lubuklinggau Rendi Lansa mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Lubuklinggau yang sudah menangkap tersangka pemerkosaan terhadap anak kandung, Mulia Cahaya (41) warga Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Pasalnya, KPAID Lubuklinggau juga sudah menerima laporan dan ibu dan Ayuk korban BG (16). “Kami juga menerima laporan dari ibu dan ayuk korban,” jelas Redi Lansa, Selasa (28/4/2020).

Baca Juga:
Bapak di Lubuklinggau Ditangkap Polisi, Diduga Dua Tahun Gagahi Anak Kandung

Menurut laporan, aksi pemerkosaan dan persetubuhan terjadi sejak 2017, saat korban masih duduk di bangku kelas dua SMP.

Korban yang kini sekolah SMK di Lubuklinggau, dijelaskan Redi sesuai laporan ibunya, sudah tidak tahan lagi dengan perbuatan bejat ayahnya. Bahkan ingin bunuh diri karena korban selalu di ancam oleh tersangka yang tak lain adalah ayah kandungnya.

“Korban depresi, bukan hanya hendak bunuh diri, namun rambutnya sampai rontok,” jelas Redi Lansa yang mengaku menerima laporan Selasa (28/4/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat ini tersangka sudah bercerai dengan ibu korban. Tersangka kini tinggal bersama istri mudanya.

“Korban saat ini sudah aman. Ia berada di rumah keluarga ibunya di Lubuklinggau,” jelasnya.

Sementara itu Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa melalui Kasat Reskrim AKP Alex Ardiyan menjelaskan tersangka terakhir kali memperkosa korban dua minggu lalu.

Seperti diketahui, petugas Unit Pidum Sat Reskrim Polres Lubuklinggau menangkap Mulia Cahaya (41) warga Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Senin (27/4/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

Mulia Cahaya ditangkap karena diduga melakukan pemerkosaan dan pencabulan terhadap anak kandungnya, inisial BG (16). (*)

Rekomendasi Berita