oleh

Korban Pemerkosaan Kenalan FB, Trauma

Pulang ke Ciputat Tangerang

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Tersangka Ismail alias Cebol (25) diduga memerkosa Mawar (25), bukan nama sebenarnya warga Ciputat, Tangerang, Jawa Barat masih ditahan di Mapolsek Lubuklinggau Timur, Senin (5/2).

Sedangkan, korban pemerkosaan sempat dirawat di Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Lubuklinggau mengalami trauma. Ia takut bertemu laki-laki dan terluka. Info terkini sekitar pukul 12.00 WIB, Jumat (2/2), korban Mawar keluar dari rumah sakit, dan pulang ke kota asalnya, Ciputat Tangerang.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Hadi Sutrianto didampingi Kanit Reskrim, Iptu Hartam mengatakan tersangka asal warga Jalan Depati Said, RT 05, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I dilakukan pendalaman pemeriksaan.

“Sebab dari keterangan tersangka sementara tersangka baru pertama kali melakukan pemerkosaan. Maka dari itu, kami masih lidik guna mengetahui apakah memang baru pertama kali atau sudah lebih dari satu kali,” kata Hadi Sutrianto didampingi Hartam, Senin (5/2).

Hartam menjelaskan, sebenarnya kondisi korban belum diperbolehkan pulang ke rumah, karena kondisinya masih trauma. Akibat kejadian itu begitu juga dengan kondisi tubuhnya.

“Namun, korban bersikeras pulang diduga trauma dan takut. Maka dari itu, diizinkan pulang ada keluarga yang menjamin saat ini sudah diberangkatkan pulang ke daerah asalnya,” jelas Hartam.

Lebih lanjut, Iptu Hartam menjelaskan, selain masih menunggu kelengkapan berkas untuk pelimpahan serta mengumpulkan bukti tambahan. Nantinya apabila, korban dibutuhkan informasi ataupun keterangan guna kejadian dialaminya.

“Maka akan tetap dilakukan koordinasi dan dilakukan penjemputan,” ucap mantan KBO Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau.

Pria berpangkat balok dua ini mengimbau, kepada masyarakat khususnya gila dengan Media Sosial (Medsos) baik Facebook, Twitter, Instagram untuk lebih berhati-hati menggunakan Medsos jangan mudah percaya baik menjanjikan pekerjaan, maupun hal lainnya apalagi orang yang belum kita kenal.

“Takutnya, akan terjadi hal yang serupa dengan korban. Bukannya mendapatkan pekerjaan mala menjadi korban pemerkosaan,” tutupnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita