oleh

Korban Kekerasan Turun

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Lembaga Pemerintah Perlindungan Perempuan dan Anak (LP3A) Lahat mengklaim, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2017 menurun. Sejak Januari hingga awal November 2017, angka kekerasan hanya terdapat 19 kasus. Jumlah itu jauh merosot dibanding tahun sebelumnya, yakni 43 kasus.

“Turun 60 %,” kata Kepala LP3A Lahat, M Aplitara Gumay SH, Kamis (9/11).

Rincian kekerasan tahun 2017, 12 kasus dialami anak-anak dan tujuh kasus kekerasan perempuan. Sedangkan tahun 2016 terdiri 12 kasus anak dan sisanya kekerasan pada perempuan.

Hanya saja, pelecehan seksual terhadap anak, masih mendominasi. Hal ini dikarenakan topografi daerah yang mendukung, serta faktor ekonomi masyarakat yang rendah. Membuat kurangnya pengawasan terhadap anak. Sehingga pelaku penyimpangan seksual, masih leluasa.

“Wilayah Kikim paling tinggi pelecehan seksual anak, Kecamatan Kota Agung dan Kota Lahat kekerasan terhadap anak tinggi,” jelasnya.

Guna terus menekan angka kekerasan ini, LP3A gencar melakukan sosialisasi, dan penyelesaian kasus hingga tuntas. Sehingga memberikan efek jerah, dan warning bagi yang ingin melakukan tindak kekerasan anak.

“Hukuman kekerasan terhadap anak, diberlakukan tegas di Indonesia. Kedepan berharap pemerintah lebih memberikan perhatian, karena selama ini kami bergerak dengan motivasi dari beban tanggung jawab,” katanya.

Pendampingan yang dilakukan LP3A Lahat, juga sangat membantu para korban. Sebab pendampingan dilakukan hingga proses hukum memiliki kekuatan hukum tetap.

“Semua kasus yang masuk ke kami, kami kawal sampai selesai. Sehingga para korban merasa tidak sendiri dalam menghadapi persoalan yang dihadapi,” tutupnya. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita