oleh

Korban Curas Enggan Melapor

Kapolsek Rupit, AKP Yulkifli
“Memang ada kejadian Curas, akan tetapi kebanyakan korban itu tidak melaporkannya ke Polsek Rupit. Inilah menjadi kendala kami dalam mengungkap kasus Curas…”

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Meski sering terjadi kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas), namun kebanyakan korban penodongan tidak melapor ke pihak yang berwajib, khususnya ke Polsek Rupit. Terutama yang terjadi di Desa Lawang Agung maupun di Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara),

“Dengan tidak adanya laporan kepada pihak kepolisian, sehingga sulit bagi pihak kepolisian untuk mengungkap kasus atau menangkap para kawanan pelaku Curas,” ungkap Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Rupit, AKP Yulkifli, Senin (23/4).

Ia membenarkan, memang ada kejadian Curas, akan tetapi kebanyakan korban itu tidak melaporkannya ke Polsek Rupit.

“Inilah menjadi kendala kita dalam mengungkap kasus Curas. Seyogyanya masyarakat itu melapor setiap kali ada kejadian Curas jangan hanya diam saja,” kata Yulkifli.

Menurutnya alasan para korban tidak melapor kemungkinan saja motor tersebut bodong atau korban memiliki alasan tersendiri.

Yulkifli mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban Curas untuk segera melapor ke Polsek Rupit.

“Kita imbau agar setiap ada kejadian Curas korban melapor kepada kita, supaya para kawanan pelaku dapat ditangkap,” imbaunya(12)

Rekomendasi Berita