oleh

Konvergensi Media Sebagai Solusi Perusahaan Media Massa

-Opini-302 dibaca

Oleh: Wawan Sopiyan *)

Teknologi berkembang begitu cepat, melebihi kemampuan manusia dalam menggunakan teknologi itu sendiri. Perubahan teknologi mengubah arus informasi dari media cetak yang dahulu diakui sebagai media mainstream berpindah kepada portal-portal berita online dengan masuk ke telepon seluler (ponsel) dan Personal Computer (PC) masyarakat.

Masyarakat secara alamiah bermigrasi dalam hal pola mendapatkan Informasi. Piring-piring berisi informasi kini tak selalu televisi, radio atau Media cetak (koran, majalah dll).

Media online, Facebook, Watsapp, Instagram yang menempel di ponsel pintar mengalihkan masyarakat dari menonton Televisi, mendengar Radio dan membaca koran ataupun majalah menjadi melototi handphone, membaca berita online dan googling.

Alasannya tentu lebih simpel, mudah, murah, informasi lebih beragam, dapat diakses dimanapun kapanpun. maka perusahaan media massa harus memaksa diri masuk ke ponsel pintar dalam genggaman masyarakat.

Industri media cetak terus terancam oleh kehadiran internet, yang menjanjikan kecepatan akses informasi dari berbagai belahan dunia dalam hitungan detik.

Berdasarkan survei yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2017 jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 143,26 juta atau sekitar 54,68% dari jumlah penduduk Indonesia.

Dalam survei yang sama sebanyak 55,30% layanan yang diakses pengguna internet adalah membaca artikel. Hal ini menandakan lebih dari setengah penduduk Indonesia telah menggunakan internet sebagai media untuk mendapatkan informasi terkini. (ComNews:2019)

Kemajuan teknologi ancaman atau kemudahan?

Jawaban pertanyaan ini bergantung pada persfektif pengelola media massa. bagi pengelola media massa yang gaptek dan bertahan dengan kemanualan maka ini adalah ancaman.

Namun bagi pengelola media massa yang senang dengan inovasi, tentu ini adalah keuntungan selain biaya cetak bisa ditekan media massa yang dikelolanya punya kesempatan untuk diakses masyarakat lebih luas, artinya media berkaitan bisa mendunia.

Konvergensi kini menjadi Kewajiban bagi media lama untuk menjaga eksistensi di tengah gencarnya perkembangan internet

Secara umum konvergensi media di definisikan sebagai penggabungan media massa dengan teknologi digital yang berkembang saat ini.

Konvergensi media sebenarnya bukan hanya membahas perkembangan teknologi yang kian cepat, tetapi konvergensi media juga membahas bagaimana hubungan antara teknologi, industry, pasar dan gaya hidup atau pengaruh perubahan itu sendiri terhadap perilaku hidup masyarakat.

Menurut Henry Jenkins dalam (Haryanto, 2014:210) Konvergensi Media merupakan perubahan teknologi, industri, budaya, dan sosial dalam cara media bersirkulasi dalam budaya kita.

Beberapa gagasan umum yang direferensikan oleh istilah tersebut mencakup aliran konten di berbagai platform media, kerja sama antara berbagai industri media, pencarian struktur pembiayaan baru media yang semuanya ada di antara media lama dan baru, dan perilaku migrasi khalayak media yang akan pergi ke mana saja untuk mencari jenis pengalaman hiburan yang mereka inginkan.

Konvergensi media mengacu pada situasi di mana beberapa sistem media hidup berdampingan dan di mana konten media mengalir dengan lancar di antara mereka.

Rich Gordon (2003), menyatakan bahwa Konvergensi terjadi pada beberapa level, Pertama yaitu konvergensi kepemilikan, kedua konvergensi taktik ketiga konvergensi struktur keempat konvergensi peliputan informasi dan kelima  konvergensi penyajian atau pengisahan cerita.

Sejumlah media lama seperti media cetak dan media siaran berbasis elektronik melakukan berbagai perubahan dengan menghadirkan konten versi online di internet.

Hal ini dilakukan guna mempertajam persaingan di ranah digital. Media cetak di Indonesia berbondong-bondong melakukan transformasi dan mendirikan portal berita daring untuk menyuguhkan berita dalam versi online.

Media online secara umum adalah segala bentuk media yang hanya dapat diakses melalui internet. Sedangkan secara khusus yang dimaksud media online adalah segala jenis media massa yang dipublikasikan melalui internet secara online, baik itu segala jenis media cetak maupun media elektronik (Vera, 2016: 89).

Faktanya kini stasiun televisi dan Radio update dengan membuat chanel-chanel youtube. siaran mereka baik Televisi maupun Radio selain muncul di Televisi juga bisa dinikmati secara live di chanel Youtube.

Lalu bagaimana dengan media cetak seperti koran dan majalah? ya pengelola media cetak juga harus beralih ke koran digital berbasis Website.

Kegesitan dalam mengimbangi kemajuan teknologi menjadi hal yang dibutuhkan oleh perusahaan media massa. selain wartawan harus bekerja lebih cepat untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam waktu secepat kilat.

Juga tenaga pengelola koran digital menjadi tenaga tambahan yang wajib hukumnya harus ada pada media massa yang menerbitkan koran digital.

*) Penulis adalah Dosen Ilmu Komunikasi di STAI Bumi Silampari Lubuklinggau, Peneliti di Rafflesia Riset Parameter (RRP) dan Peneliti di Indonesia Riset Global (IRG)

Rekomendasi Berita