oleh

Konsumen Minta Perumahan Buraq Nur Syariah Kembalikan Uang Muka

LINGGAUPOS.CO.ID – Puluhan konsumen perumahan Perumahan Buraq Nur Syariah (Bilal Bin Raba), membentuk Forum Komunikasi Konsumen Perumahan Buraq Nur Syariah (Bilal Bin Raba) Lubuklinggau. Mereka membentuk forum ini, menuntut pengembalian uang muka (downpayment/DP) pembelian unit rumah yang telah mereka serahkan ke pihak pengembangan.

Para konsumen yang merasa tertipu dengan janji-janji kredit pembelian rumah tanpa riba atau perbankan ini, Jumat (8/1/2021) mengadakan pertemuan di Aula TK Ummi di Jalan Puskesmas Taba, Kelurahan Cereme Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur II, didampingi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Lubuklinggau.

Dari pertemuan yang dihadiri 30 konsumen, disepakati pembentukan Forum Komunikasi Konsumen Perumahan Buraq Nur Syariah (BNS). Salah satu tujuannya adalah menuntut pengembalian uang muka kredit rumah yang telah mereka setorkan, namun belum ada pembangunan unit rumah.

“Hari ini baru 30 konsumen, di gruop WA juga banyak yang belum hadir, total uang yang disetor berbeda beda, mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 45 juta per orang,” ujar Agung Setiawan, Sekretaris Forum Komunikasi Konsumen Perumahan Buraq Nur Syariah.

Forum Komunikasi Konsumen Perumahan Buraq Nur Syariah meminta agar CEO PT BNS Lubuklinggau bertanggungjawab atas persoalan ini dan segera mengembalikan uang konsumen. Sebab hingga saat ini unit rumah yang dijanjikan belum ada pembangunan, bahkan diduga kuat adanya indikasi penipuan.

Dikatakannya, saat ini para konsumen sudah mengetahui beberapa persoalan PT BNS, mulai dari perizinan yang belum lengkap terutama IMB karena belum memiliki sertifikat tanah, kemudian adanya dugaan manipulasi identitas pemilik perusahaan, dan yang paling penting belum dibangun unit rumah untuk mereka yang menuntut uang DP kembali.

”Kami juga mendesak Walikota atau Pemkot Lubuklinggau untuk menyetop kegiatan PT Buraq yang saat ini masih melakukan promo dan penjualan unit rumah ke masyarakat, jangan sampai masalah dengan kami belum selesai mereka masih narik uang DP dari yang lain,”pintanya.

Diterangkannya juga bahwa saat ini sudah ada 60 konsumen yang merasa tertipu dengan tawaran promosi kredit rumah BNS yang menawarkan tanpa riba, tanpa sita, plus bonus isi rumah seperti sofa, kulkas, televisi dan lainnya.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Lubuklinggau, Hendra Gunawan menegaskan pihaknya sejak beberapa minggu lalu telah meminta kepada PT BNS untuk melengkapi syarat perizinan yang dari 2020 hingga saat ini belum mereka lengkapi salah satunya Sertifikat lahan.

”Kami bisa mencabut izin prinsipnya, nanti akan kita lihat dulu itikad baik dari perusahaan ini, kalau memang bermasalah izin prinsipnya kita cabut,” tegasnya.(*)

Rekomendasi Berita