oleh

Konsumen Leasing Merasa Dirugikan

LINGGAU POS ONLINE, MARGA MULYA – Layanan Leasing Adira Finance di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II dikeluhkan konsumen, Ratna (30). Warga Desa Karya Sakti, Kecamatan Muara Kelingi itu merasa dirugikan.

Ratna (30) mengatakan ia membeli sepeda motor Honda Beat tahun 2015 melalui Leasing Adira.

Dikatakan Ratna, saat itu angsuran kreditnya Rp 723 ribu per bulan. Ia mengambil masa pembayaran angsuran kredit 24 bulan.

“Kemudian 2017 lalu kreditnya selesai, pas mau bayar pelunasan dikenakan denda Rp 149 ribu dan langsung dilunasi,” kata Ratna.

Menurut Ratna, kemudian pada saat pelunasan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) – nya langsung diambil di Adira. Bahkan sampai satu tahun BPKB tidak diambil.

Ketika ia mau ambil BPKB, pihak Leasing mengatakan ada denda penitipan Rp 460 ribu.

“BPKB itu di Leasing selama satu tahun, ketika mau diambil ada biaya penitipan. Ya, saya kaget karena perjanjian awal itu tidak ada dengan biaya penitipan,” ucap Ratna.

Atas kejadian itu ia merasa dirugikan Rp 10 juta, karena BPKB-nya tidak bisa diambil. Padahal pembayaran angsuran sudah lunas.

Mendengar laporan itu, tim Linggau Pos melakukan investigasi ke Adira Finance pukul 11.00 WIB Sabtu (30/6), terpantau aktivitas karyawan sedang ramai. Customer Service Adira Finance Lubuklinggau Gita di dampingi Candra mengatakan, atas kejadian itu memang ada biaya penitipan sebesar Rp 50 ribu per bulannya.

“Pada saat kesepakatan kejadian memang sudah dijelaskan, aturan-aturan yang berlaku,” kata Candra.

Tetapi pada saat ditanyakan bukti kesepakatan dan aturan yang ada Candra tidak mau memberikan bukti. Sembari berdalih orang lain tidak perlu tahu aturan perusahaan selain karyawan itu.

“Saya tidak bisa berikan bukti, karena hanya kami yang tahu, orang lain tidak boleh,” ucap Candra.

Melihat itu, ada rasa kecurigaan terhadap leasing tersebut. Karena ia tidak mau memberikan bukti dengan aturan yang ia buat. Sedangkan ia menjelaskan, untuk biaya penitipan Rp 50 ribu. Kemudian BPKB itu di leasing selama satu tahun, jika dikalikan 50 maka nominalnya Rp 600 ribu. Tetapi pihaknya konsumen diminta bayar Rp 460 ribu, maka itu dinilai tidak wajar.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lubuklinggau, Dedy Irawan angkat bicara mengenai kasus ini.

“Ya, kasus memang banyak terjadi sekarang, pihak leasing menetapkan aturan yang tidak diketahui oleh konsumen. Ini ada indikasi, aturan itu bisa jadi memang ada, namun bisa juga dibuat-buat untuk menipu konsumennya” kata Dedy.

Sedangkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Konsumen, pelaku usaha itu dilarang menjual barang dan jasa jika tidak sesuai dengan kesepakatan dari awal, dan membuat aturan tanpa diketahui oleh konsumen.

“Jika melanggar itu semua dan berbuat curang, maka dapat dipidana selama 5 tahun, dan denda maksimal Rp 2 miliar,” ucap Dedy.

Maka itu, Dedy mengimbau untuk masyarakat jika terjadi ditipu oleh pihak pelaku usaha dan dirugikan. Supaya untuk melapor ke YLKI atau BPSK, karena pelaku usaha dapat dipidanakan. (04)

Rekomendasi Berita