oleh

Komputer dan Internet Jadi Kendala

Kepala SMA Negeri 2 Muara Beliti, Surantini

“Kendalanya itu belum tercukupinya jumlah komputer. Juga belum tersedianya jaringan internet yang memadai. Kalaupun kami (SMA/MA) mau menumpang, juga belum ada tempat tujuan…”

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Di Kota Lubuklinggau seluruh SMA/MA akan menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun, hal itu belum bisa terlaksana di Kabupaten Musi Rawas (Mura) maupun Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Kepala SMA Negeri 2 Muara Beliti, Surantini, Selasa (16/1) mengatakan di Kabupaten Musi Rawas, hanya tiga SMA yang menyelenggarakan UNBK. Yakni SMA Negeri 1 Muara Beliti, SMA Negeri 2 Muara Beliti dan SMAN Tugumulyo.

“Diantara kendalanya itu belum tercukupinya jumlah komputer. Juga belum tersedianya jaringan internet yang memadai. Kalaupun kami (SMA/MA) mau menumpang, juga belum ada tempat tujuan. Jadi memang ini prioritas besar yang harus segera dipenuhi tahun 2018 ini,” tutur ibu berhijab ini, kemarin.

Sebenarnya, kata Surantini, siswa-siswi SMA Negeri 2 Muara Beliti, sejak tahun ajaran 2016/2017 sudah menyelenggarakan UNBK. Namun masih harus menumpang dengan SMKN Tugumulyo.

“Siswa-siswi kami yang UN April 2018 nanti itu ada 191 orang. Sehingga yang kami butuhkan sekitar 75-komputer . Yang ada saat ini baru 20-an. 10 Komputer dibantu melalui APBN. Sebenarnya kami juga mengajukan untuk dapat bantuan komputer melalui Dana Alokasi Khusus APBD Provinsi Sumsel. Namun ada kendala, sehingga urung terealisasi,” jelasnya lagi.

Dari informasi yang dihimpun Linggau Pos, DAK yang sejatinya akan digunakan untuk pengadaan komputer di SMA se-Provinsi Sumsel itu mencapai Rp 11 miliar. Namun, urung terealisasi karena keterlambatan pengajuan DPA-nya pada Agustus 2017 lalu.

Oleh karena itu, sejumlah sumber mengatakan DAK Rp 11 miliar itu akhirnya dikembalikan ke pusat. Padahal, jika itu terealisasi, per sekolah bisa menerima satu paket bantuan. Yang berisi dua unit komputer dengan satu server.

Selain komputer dan jaringan internet, di Kabupaten Musi Rawas, kestabilan daya listrik juga jadi kendala untuk menyelenggarakan UNBK.

Kepala SMAN Bingin Teluk Darmadi, kepada Linggau Pos menjelaskan, setiap hari pemadaman listrik di Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara itu sudah hal biasa.

“Malahan kalau listrik hidup terus itu yang aneh. Jadi kalau mati, hidup, mati lagi itu biasa. Jadi bagaimana mau UNBK. Oleh karena itu, kami sangat berharap Muratara memiliki Gardu Induk (GI). Sehingga kebutuhan listrik masyarakat Muratara ini bisa terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Darmadi meyakini, dengan terpenuhinya kebutuhan listrik, juga memajukan perekonomian masyarakat, dan kualitas pendidikan. Karena proses pendidikan dan jalannya laju perekonomian itu amat bergantung dengan ketersediaan infrastruktur utama. Yakni listrik.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita