oleh

Kompak Modal Utama untuk Membangun

LINGGAU POS ONLINE, SIMPANG PERIUK – Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengatakan bahwa luas wilayah Kota Lubuklinggau 419,8 KM².

“Kita tidak punya uang yang cukup untuk membangun Kota Lubuklinggau. Alhamdulillah berkat kekompakan kita bisa menyikapi pembangunan,” katanya saat menyampaikan arahan di hadapan guru olahraga di SD Negeri 48 Lubuklinggau, Rabu (8/2).

Nanan panggilan akrab SN Prana Putra Sohe menegaskan, bahwa kekompakan modal untuk membangun. Kalau kompak mudah untuk melakukan pembangunan.

“Saya bersama bapak H Sulaiman Kohar menjadi Walikota dan Wakil Walikota, kami tidak pernah cekcok. Demikian juga istri saya dan istri pak Sulaiman Kohar, selalu kompak. Kuncinya memang ibu-ibu, kalau ibu-ibu tidak akor maka bapak-bapaknya juga tidak akor,” tambahnya.

Nanan mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, memprogramkan setiap kecamatan memiliki fasilitas umum taman terbuka hijau bisa dijadikan sebagai tempat olahraga seperti Taman Olahraga Silampari (TOS). Namun persoalannya keterbatasan lahan yang dimiliki Pemkot Lubuklinggau, sementara untuk membebaskan lahan masyarakat dananya cukup besar.

“Sementara lahan yang ada milik pemerintah belum diserahkan ke Pemkot Lubuklinggau, seperti Gedung Olah Raga (GOR). Lahan di belakang GOR itu masih cukup luas bisa dibangun. kalau diserahkan bisa kita bangun seperti di TOS,” tambahnya.

Untuk di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat I sudah ada lapangan terbuka hijau. Di Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Walikota merencanakan akan membangun fasilitas umum di lahan Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN).

“Kita rencanakan Kejaksaan dan Pengadilan Ngeri kita pindahkan ke Petanang, lahannya kita pergunakan untuk fasilitas umum, kalau memungkinkan. Namun jika tidak maka akan kita cari lokasi lain membebaskan lahan masyarakat,” paparnya.

Di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I sudah ada lapangan di Islamik Centre Muhammadiyah (ICM).

“Lapangan yang ada akan kita lengkapi sarana dan sarananya. Selama ini belum kita lanjutkan karena proses administrasinya belum selesai, sekarang sudah dibuatkan sertifikat atas nama Pemkot Lubuklinggau, lapangan sepak bola itu tetap menjadi fasilitas umum,” jelasnya.

Nanan menegaskan bahwa pemerintahannya sangat mendukung bidang olah raga di Kota Lubuklinggau. Samping terus ditingkatkannya sarana dan prasarana fasilitas umum ruang terbuka hijau sekaligus tempat olahraga, pada awal pemerintahnya periode 2013-2018 membuat Peraturan Walikota (Perwal) tentang Car Free Day. Hingga sekarang masih aktif, masyarakat khususnya anak-anak olah raga di jalan raya.

“Artinya car free day ini memiliki komunitas tersendiri,” ucapnya.

Disamping itu Nanan memprogramkan setiap kelurahan akan dibangun Balai Rakyat seperti di Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Menurut Nanan untuk memajukan suatu daerah harus dikenal dulu.

“Kalau daerah kita tidak dikenal orang bagaimana dapat bantuan dari pemerintah pusat, demikian juga bagaimana ada investor yang akan berinvestasi kalau mereka tidak tahu daerah kita. Untuk dikenal maka kita harus membangun. Dengan pesatnya pembangunan maka banyak orang yang akan datang ke daerah kita. Dengan banyaknya tamu mereka tentunya akan berbelanja, minimal makan dan menginap, maka akan terjadi siklus ekonomi. bahan makanan yang disajikan di hotel-hotel beli di pasar di Kota Lubuklinggau,” paparnya.

Disamping membangun fisik juga harus membangun sumber daya manusia (SDM). “Membangun fisik itu relatif mudah, yang sulit itu membangun SDM,” ucapnya. (08)

Komentar

Rekomendasi Berita