oleh

Komitmen Menjaga Marwah KPU

Tekad Ardiyanto, Komisioner KPU Muratara

Ardiyanto berjanji akan menjaga marwah KPU Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Karena ia memiliki moto bila tidak mampu membawa perubahan positif, cukup dengan tidak membawa perubahan negatif.

Laporan Aan Sangkutiyar, Muratara

ARDIYANTO merupakan mantan Ketua Bawaslu Kabupaten Muratara periode 2017-2018, dan juga pernah menjabat sebagai Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Panwaslu Kabupaten Muratara periode 2014-2015.

Jadi, bisa dipastikan pria kelahiran Muara Rupit, 2 April 1982 lalu, akan mampu meningkatkan mutu dari lembaga KPU.

Sebab, suami Desti Lestari ini dinilai sudah paham betul dengan cara kerja dari Bawaslu, karena sudah dua periode berturut-turut menjadi komisioner lembaga pengawasan tersebut.

Jadi, dengan adanya Ardiyanto besar harapan KPU Kabupaten Muratara akan berjalan pada trek yang lurus, karena sudah mengetahui apa-apa saja yang masuk dalam kategori pelanggaran.

Selain itu, ayah N Yesha Ardiyanto, A Keino Dwipad dan Brawijaya Atha Ardiyanto ini memang sejak awal telah berkomitmen untuk menjaga marwah KPU sebagai lembaga pelaksana pemilu.

Sebab, warga Kelurahan Muara Rupit RT 13 RW 3, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara memiliki moto” Bila tidak mampu membawa perubahan positif, cukup tidak membawa perubahan negatif”.

“Itu moto yang sudah terpatri di dalam hati, dan sudah wajib hukumnya untuk melakukan itu,” kata Ardiyanto, Rabu (16/1).

Menurut Ardiyanto, terjun kebidang kepemiluan sudah menjadi pilihan hidupnya, karena ia sudah mendedikasikan diri untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, dengan jadi penyelenggara pemilu.

“Alhamdulillah, apa yang dilakukan ini pilihan hidup, dan lebih baik lagi pilihan ini didukung oleh keluarga, terutama istri dan anak-anak di rumah,” jelasnya.

Bahkan, pria ramah ini akan mewujudkan KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang berintegritas, profesional, mandiri, transparan dan akuntabel. Demi terciptanya demokrasi Indonesia yang berkualitas berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya, membangun lembaga penyelenggara Pemilu yang memiliki kompetensi, kredibilitas dan kapabilitas dalam menyelenggarakan pemilihan anggota DPD, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Muratara, Presiden dan Wakil Presiden serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, akuntabel dan edukatif. Selanjutnya, akan melayani dan memperlakukan setiap peserta pemilu secara adil dan setara, termasuk meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap proses pemilu.

“Semoga, semua yang diharapkan bisa tercapai, proses pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan aman, tertib dan lancar. Serta, terpilih pemimpin yang amanah, yang memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Adapun riwayat pendidikan Ardiyanto, dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muara Rupit, kemudian melanjutkan ke SMPN Muara Rupit, dan berlanjut ke SMAN Rupit. Lalu, hijrah ke Kota Lubuklinggau dan menimba ilmu di STKIP-PGRI Lubuklinggau.

Kemudian, pengalaman dari ayah tiga orang anak ini adalah Gubernur HMJ Bahasa dan Seni pada 2005, berlanjut ke Wakil Sekretaris KT Kota Lubuklinggau, TKSK Rupit pada 2009, Ketua TKSK Muratara 2013, Wakil Sekretaris KT Mura 2015. Selanjutnya, Komisioner Divisi SDM Panwaslu Kabupaten Muratara 2015, berlanjut ke Ketua Panwaslu Muratara pada 2018. (*)

Rekomendasi Berita