oleh

Komisioner KPU Ubaid Dilaporkan

JAKARTA – Pernyataan Kominioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi terkait dengan tudingannya yang mengatakan bahwa cuitan Andi Arif adalah setingan rupanya menuai kontra di tengah masyarakat.

Hal tersebut dibuktikan oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang melaporkan dirinya kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), pada Selasa (8/1). Dalam laporannya himpunan praktisi hukum itu menilai pernyataan Ubaid di sejumlah media massa jelas melanggar Pasal 8 Huruf C dan Pasal 10 Huruf D terkait penyelenggaraan pemilu.

Lebih jelas, Wakil Ketua ACTA, Munatshir Mustaman mengatakan, komentar Pramono sudah keluar dari kewenangan sebagai Komisioner KPU dimana di hadapan sejumlah media baik cetak maupun online kominioner KPU itu dinilai tidak independen.

Munatshir pun juga berharap DKPP dapat segera bertindak cepat dan merespon laporan dari pihaknya tersebut. “Yang kita harapkan KPU bersifat independen dalam menyelenggarakan pemilu. Jika wasit sudah tidak independen, ke depan pelaksanaan pemilu bisa berat sebelah,” katanya.

Di tempat sama anggota ACTA, Hendarsam Marantoko menambahkan, komentar Komisioner KPU tidak mendiskreditkan dan merujuk kepada perorangan. Ia juga mengatakan sebagai penyelenggara pemilu tidak boleh menilai, apakah itu terencana, Sistematis. Itu adalah pendapat pribadi dan ada kesan keberpihakan. “Kami tinggal menunggu panggilan dari DKPP untuk sidang. Karena semua laporan telah diterima,” tegasnya kepada wartawan bersama anggotanya di sana.

Terpisah, Komisioner KPU Pramono Ubaid menanggapi daftar laporan tersebut. Menurutnya, tidak ada yang perlu ditanggapi atas pelaporan dirinya ke DKPP. “Tak perlu ditanggapi oleh saya hal itu,” kata Pramono singkat.

Sementara itu, Komisioner KPU Viryan Azis menjelaskan, memang ada upaya yang dilakukan sejumlah oknum dalam menyebarkan hoaks pemilu. Termasuk tujuh kontainer berisi surat suara yang belakangan muncul.

“Kami meyakini, seperti apapun upaya hoaks, kami tetap akan membuktikannya dengan kerja. Karena fakta kerja keras bisa mengalahkan isu hoaks. Kami percaya itu. Banyak belerja letimbang banyak bicara,” tandasnya. (khf/fin)

Rekomendasi Berita