oleh

Komisi I Minta Sistem e-Voting Ditinjau Ulang

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Komisi I DPRD Kabupaten Musi Rawas, meminta pihak eksekutif untuk meninjau ulang sistem e-Voting untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Hal ini diungkapkan, setelah mereka membahas laporan dari masyarakat dan Calon Kades, yang menggugat hasil Pilkades dengan sistem e-Voting.

Seperti yang disampaikan oleh anggota Komisi I DPRD Kabupaten Musi Rawas, Azandri, yang menegaskan masih banyak yang perlu dikaji ulang dengan sistem ini.

“Karena sistem ini tidak ada yang menjamin, kenetralitasannya. Apakah sistem ini sudah dikaji ulang oleh pihak akademisi. Kalau belum, wajar masih banyak kelemahan. Negara kita pun, yang memiliki sarana dan prasarana lengkap serta SDM yang lebih siap, belum berani menerapkan sistem ini. Kenapa Pemkab Musi Rawas mau dan siap menggunakannya,” kata Azandri, Senin (25/12).

Sementara ia melanjutkan, fakta di lapangan masih banyak kelemahan serta butuh kesiapan yang lebih untuk bisa menerapkan sistem ini. Permasalahan yang terjadi di Desa Muara Kati Baru II, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) kemarin menjadi salah satu acuan mereka, mengapa sistem ini harus dikaji ulang.

“Pertama, adanya ketidaksiapan penyelenggara Pilkades di sana. Masih gagapnya menggunakan sistem ini, karena hal baru. Jangankan untuk paham bagaimana menyelenggara Pilkades dengan sistem e-Voting, dari pengakuan panitia saja mereka tidak paham, serta tidak memegang Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbub) tentang penyelenggaraan Pilkades. Belum lagi diakui sendiri oleh Camat TPK, hanya 5 persen masyarakat yang hadir ketika sosialisasi. Itu sudah membuktikan, masih belum siapnya kita menggunakan sistem ini,” ungkapnya.

Pihaknya yakin, hal tersebut tidak hanya terjadi di Desa Muara Kati Baru II saja. Kebetulan saja, yang mencuat dan berani melaporkan adanya kesalahan dari desa tersebut mereka.

“Tapi belajar dari pelaksanaan di sana (Desa Muara Kati Baru II, red), bisa menjadi acuan serta bahan evaluasi kita untuk mengkaji ulang sistem ini,” lanjutnya.

Selain butuh kesiapan yang cukup, pembenahan pun masih sangat dibutuhkan.

“Yang pasti pemerintah butuh persiapan lebih lama lagi. Bila perlu ditanya kembali ke masyarakat di 14 Kecamatan, saya yakin mereka lebih memilih untuk melaksanakan Pilkades secara manual. Kalaupun saat ini kenapa mereka masih menyelenggarakan dengan sistem ini, ada kesan seperti dipaksakan. Karena mereka kemungkinan tidak dijelaskan, bahwa sebetulnya berdasarkan aturan, mereka boleh memilih sistem apa yang akan digunakan. Itu sudah diakui oleh salah satu panitia penyelenggara, yang sampai pemilihan berlangsung tidak melihat ataupun memegang aturan,” tegasnya.

Ia berharap belajar dari permasalahan ini, pihak eksekutif lebih bijaksana dan dewasa menyikapi hal ini. akui kalau sistem ini memang belum siap untuk dilaksanakan, maka kembalikan saja ke sistem manual. Sementara mereka melakukan pembenahan, sekaligus mempersiapkan SDM yang ada.

“Kita kasihan melihat masyarakat yang merasa ragu dengan hasil Pilkades. Untuk calon pun, ketika kalah mereka merasa semu dan bertanya-tanya. Kita menyayangkan, setelah melihat langsung permasalahan Pilkades di Muara Kati Baru II. Sistem ini lebih bahaya, dibandingkan dengan sistem manual ketika kita belum siap betul untuk menggunakannya. Lebih bijak kalau kita kembalikan saja dengan sistem manual. Pemerintah jangan anggap, permasalahan ini hal yang biasa. Mari sama-sama kita kaji ulang,” harapnya.

Senada diungkapkan oleh anggota Komisi I, Wahisun Wais Wahid, yang menegaskan kalau sudah saatnya eksekutif mengkaji ulang sistem pemilihan dengan menggunakan alat e-voting tersebut.

“Karena sistem ini hanya membuat calon Kepala Desa (Kades), atau masyarakat ragu mengenai keakuratannya. Dari permasalahan hasil Pilkades di Desa Muara Kati Baru II Kecamatan TPK kita bisa lihat, kalau sistem ini belum objektif. Saya menilai, lebih baik kembali ke sistem manual seperti sebelumnya,” tegas Wahisun. (09)

Berita Terkait : Butuh Sosialisasi Lebih Lama

Komentar

Rekomendasi Berita