oleh

Komisi I Kembali Soroti Maraknya Anak Punk-Anjal

LINGGAU POS ONLINE, TABA PINGIN – Ketua Komisi I DPRD Kota Lubuklinggau, Zuibar M Alip, kembali menyoroti masih banyaknya Anak Jalanan (Anjal) dan anak punk yang meresahkan warga. Ia mendesak, agar pihak Sat Pol PP dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggau lebih gencar, untuk melakukan penertiban.

“Keluhan warga masih banyak. Bahkan anak punk saat ini sudah berani meminta-minta ke rumah. Kemudian Anjal yang juga semakin banyak, dan mangkal di lampu merah sampai malam hari. Artinya butuh tindakan yang konkret dan aktif. Harus lebih gencar dilakukan penertiban, jangan hanya sekali-sekali saja,” tegas Zuibar, Rabu (29/11).

Belum diterapkanya Peraturan Daerah (Perda) tentang pengendalian dan pembinaan Anjal ditegaskannya kembali, jangan menjadi alasan masih banyaknya anak punk atau Anjal.

“Kita belum tahu apakah sudah selesai di evaluasi atau belum. Kalaupun sudah, masih membutuhkan proses sosialisasi sebelum diterapkan. Makanya, jangan dijadikan alasan. Yang perlu dilakukan, carikan solusi yang tepat. Salah satunya seperti yang saya tegaskan tadi, lakukan penertiban lebih giat dan gencar,” tegasnya kembali.

Tidak hanya Dinsos dan pihak Sat Pol PP, politisi Partai NasDem ini juga mengimbau agar masyarakat dan pemerintah setempat untuk turut andil dan peduli.

“Masyarakat bisa berkontribusi mengurangi mereka dengan tidak memberikan uang. Pemerintah setempat seperti Lurah dan Camat, tindak lanjuti keluhan warga yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan Anjal atau anak punk. Lakukan penertiban melalui personel trantib mereka, atau tokoh masyarakat setempat,” ungkapnya.

Ia mengakui, Perda memang menjadi solusi atas keluhan ini.

“Kita berharap, bisa segera disosialisasikan dan diterapkan. namun sebelum diterapkan, lakukan kontrol dengan giat dan gencar,” ungkapnya.

Dewi (30), warga Kelurahan Pasar satelit membenarkan keluhan tersebut. Ia pun mengeluhkan, banyaknya Anjal dan anak punk yang berani bahkan sampai meminta-minta ke rumah-rumah.

“Wajar kalau warga merasa terganggu. Harusnya pemerintah cepat tanggap, jangan ketika dikeluhkan ada razia, lalu tidak ditindaklanjuti,” ungkapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita