oleh

Kolev Arsitek Anyar Macan Kemayoran

JAKARTA – Setelah ditinggal Sefano Cugura yang memutuskan untuk tidak melanjutkan kariernya sebagai pelatih Persija Jakarta, manajemen tim Macan Kemayoran akhirnya telah menunjuk Ivan Kolev untuk menjadi pengganti pelatih yang akrab disapa Teco tersebut.

Arsitek asal Bulgaria itu dipastikan, bakal menangani tim kebanggaan masyarakat Ibu Kota itu pada musim depan. “Alhamdulillah sudah (ada kepastian). Ia benar (Ivan Kolev),” ungkap Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (7/1) kemarin.

Meski demikian, pria berkacamata itu belum bisa memastikan durasi kontrak yang akan diberikan kepada Kolev bersama Persija. Menurutnya, kepastikan kontrak itu akan diumumkan setelah Kolev tiba di Indonesia.

“Belum dibicarakan (mengenai kontrak), baru konfirmasi saja (kesiapan Kolev melatih Persija),” tutur Gede. “Kemungkinan besar ia (Kolev) akan datang sebelum 13 Januari (2019, ke Indonesia), di sana kita akan bicarakan kontraknya, mau dua atau tiga tahun,” sambung Gede.

Gede menuturkan, pihaknya memilih Ivan Kolev untuk menangani Persija di musim mendatang tak lain dari rekam jejak yang dimiliki pelatih berusia 61 tahun tersebut.

Ya, selain pernah menangani Timnas Indonesia pada tahun 2002-2004, Kolev yang sebelumnya mengarsiteki Vereya, peserta kasta teratas Liga Bulgaria itu juga pernah menangani klub-klub di Indonesia diantaranya, Persipura Jayapura (2007), Sriwijaya FC (2010-2011), dan PS Tira (2017). Bahkan, Kolev juga pernah menjadi pelatih Persija pada tahun 1999.

“Latar belakang yang ia miliki sudah cukup baik untuk bisa menangani Persija dengan segala track record yang ia miliki,” tutur Gede.

Disinggung mengenai target yang diterapkan oleh Persija ke Ivan Kolev, Gede belum bisa memutuskannya. Menurutnya, target itu akan dicanangkannya setelah Kolev menjabat sebagai pelatih Persija.
“Target juga kita akan bicarakan nanti, kalau saya pribadi dan perusahaan, di tahun ketiga ini kami targetnya 1 sampa 3, kami mencoba konsisten,” terangnya.

Selain itu, Gede menerangkan terkait gagalnya Kolev saat menjadi pelatih PS Tira di tahun 2018. Pada saat itu, Kolev di pecat PS Tira setelah mantan klubnya itu terjerembab di peringkat ke-15 saat kompetisi menyisakan sepuluh pertandingan.

Menurut Gede, pengalaman Kolev di PS Tira itu bukan-lah acuan untuk pihaknya mendatangkannya. Gede mengaku bahwa sebelum itu terjadi, Kolev memiliki rapor yang cukup baik sebagai pelatih.

“Kenapa selalu PS Tira terus. Itu kan tidak bisa menjadi acuan. Track record sebelum di PS Tira kan lumayan. Apakah satu-satunya track record hanya di PS Tira. Di sana (PS Tira), dia punya kesempatan untuk mempersiapkan tim tidak? Sekarang (di Persija) dia punya kesempatan (mempersiapkan tim) selama empat bulan,” tukas Gede.

Rekam Jejak Kolev

Kolev memang bukan wajah asing bagi Persija. Pasalnya di klub Persija inilah karier kepelatihannya di Indonesia dimulai. Bahkan, pada saat itu Kolev mampu membawa Persija menembus semifinal Liga Indonesia 1999, meski akhirnya harus terhenti usai dikalahkan PSIS Semarang.

Di musim berikutnya, Ivan Kolev juga berhasil membawa Persija melangkah ke babak semifinal. Namun, lagi-lagi langkahnya harus terhenti di setelah di babak empat besar itu Persija dikalahkan oleh PSM Makassar yang akhirnya menjadi juara.

Setelah dua tahun menjalani pertandingan panjang bersama Persija, Kolev akhirnya kembali ke Bulgaria setelah diminta untuk menangani Timnas Bulgaria U-19. Namun, dua tahun kemudian, pria berambut putih itu, kembali lagi ke Tanah Air.

Namun, kembalinya Kolev ke Indonesia bukanlah untuk menangani klub-klub lokal di Tanah air, melainkan untuk menjadi arsitek di Timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2002, ketika itu masih bernama Piala Tiger.

Pada kesempatan itu, Kolev nyaris membawa Timnas Indonesia meraih gelar perdana di ajang Piala Tiger keempat tersebut. Namun sayang, di laga puncak, impian tersebut buyar karena Bambang Pamungkas dkk kalah dari Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 2-4.

Di Tahun 2004 Kolev sempat menganani Timnas Myanmar, sebelumnya akhirnya ia kembali menangani klub-klub di Indonesia. Sekembalinya ke Indonesia dari Myanmar, Kolev menangani Mitra Kukar di tahun 2006.

Semusim di Mitra Kukar, pelatih berusia 61 tahun itu langsung menangani Persipura Jayapura, sebelum akhirnya kembali menangani Timnas Indonesia di di tahun 2007.

Setelah itu, Kolev kembali diminta untuk menangani Timnas Bulgaria U-21 di tahun 2008-2009. Sebelum akhirnya, ia kembali ke Indonesia menangani Sriwijaya FC (2010-2011).

Kolev sempat menangani timnas Myanmar pada 2004-2005 sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan menangani sejumlah klub seperti Mitra Kukar (2006), Persipura Jayapura (2007), dan Sriwijaya FC (2010-2011). Namun, ia masih belum sukses mempersembahkan gelar di tiga klub tersebut.

Pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 tersebut sempat bikin kejutan dengan menerima tawaran melatih PS TIRA di Liga 1 2018. Sayangnya, Kolev didepak di tengah jalan karena dianggap gagal mendongkrak performa tim. (gie/fin/wsa)

Rekomendasi Berita