oleh

Kisah Dibalik HM Syarif Hidayat Dinobatkan Jadi Bapak Santri Sumatera Selatan

LINGGAUPOS.CO.ID- Bupati Muratara HM. Syarif Hidayat dinobatkan sebagai Bapak Santri Sumatera Selatan sekaligus menerima Santri Award dari Pesantren Aulia Cendekia pada 19 Oktober 2017.

Anugerah itu merupakan berkah dari kerja nyata. Selama memimpin Muratara, Mantan Sekretaris Daerah Musi Rawas tersebut ingin mewariskan peradaban anak-anak yang berilmu dan berakhlak mulia melalui program beasiswa.

Pada 16 Juli 2017, ratusan anak resmi diberangkatkan ke beberapa pondok pesantren dengan biaya di tanggung APBD. Dari target 400 anak, berhasil diseleksi 360 orang untuk menempuh pendidikan Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Perguruan Tinggi.

Tujuan memberangkatkan anak-anak untuk ‘nyantri’ di pulau jawa agar mereka menjadi generasi masa depan di Muratara yang berilmu, berakhlak dan paham agama.

“Orang tua jangan ragu takut. Anak sakit ada yang urus. Maka sudah diurus. Sebelum diberangkatkan, saya sudah utus tim meninjau ke pondok-pondok pesantren tujuan. Jadi jangan ragu, serahkan kepada Allah untuk menjaga anak-anak kita ini,” kata HM. Syarif Hidayat.

Melihat keseriusan program pendidikan di Muratara tersebut, Pesantren Aulia Cendekia memberikan anugerah Santri Award yang diserahkan bertepatan dengan Hari Santri Nasional di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

Inisiator Santri Award, H. Hendra Zainudin, mengatakan, anugrah tersebut sah secara hukum dengan dikeluarkan surat keputusan penerima santri award 2017. “Kita apresiasi kepada Bupati Muratara semangatnya membangun pendidikan yang agamis merupakan modal sumber daya manusia yang baik bagi Kabupaten Muratara,” katanya.

Luar Biasa dan Visioner

  1. Asyari Mahfud, Pimpinan Ponpes Darussalam, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Desa Ngesong Sengon, Jombang, Jawa Timur pada 21 Juli 2017 mengatakan, Pemerintah Kabupaten Muratara satu-satunya kepala daerah yang mempunyai gebrakan. Ratusan santri dibiayai bukan hal biasa. Ini sangat-sangat luar biasa.

Andai setiap kepala daerah, memiliki pemikiran serupa dengan bupati Muratara maka Indonesia akan sukses dalam urusan mental anak-anak bangsa.

“Kehadiran H M Syarif Hidayat di Pondok Pesantren Darussalam ini karena ingin melihat langsung perkembangan anak-anak santri yang sudah memasuki tahun ke tiga di Jombang, dan kesannya sangat puas terhadap perkembangan akhlak spritual serta intelektual,” katanya.

Pujian yang sama disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Al Amien, KH DR Ahmad Fauzi Ridjani saat HM. Syarif Hidayat mengunjungi para santri tahun lalu.

“Pak bupati Syarif ini berbeda dengan kepala daerah lain, apalagi dilihat dari segi ide dan program kerja serta terobosannya. Bupati Muratara benar benar seorang visioner yang berbeda dengan kepala daerah lain,” katanya.

Santri Sudah Hapal 8 Juz

Setelah program beasiswa berjalan, hanya 5 persen santri mengundurkan diri karena tidak tahan berpisah dengan orang tua dan keluarga mereka.

Selama program berjalan, HM. Syarif Hidayat sudah menyaksikan sendiri, para santri ada yang fasih Bahasa Arab. Bahkan, seorang santri asal Sukamenang, Imelda, memertontonkan berpuisi menggunakan bahasa arab.

Mereka juga sudah bisa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Bahkan, lebih hebatnya lagi sudah ada yang menghapal Al quran sampai 8 juz.

“Jadi, saya sangat mengharapkan anak-anak santri yang dititipkan ke beberapa pesantren ini akan menjadi pilar pilar utama di setiap desa dalam kabupaten Muratara,” kata Syarif Hidayat.(*)

Artikel ini sudah terbit di syarifhidayat.id dengan judul “Kisah Dibalik HM Syarif Hidayat Dinobatkan Jadi Bapak Santri Sumatera Selatan”

 

Rekomendasi Berita