oleh

Kinerja Pendamping Desa Harus Dievaluasi

Banyak Desa Belum Miliki Program Padat Karya

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Musi Rawas, Azandri mempertanyakan fungsi dan tanggung jawab pendamping desa. Karena menurutnya, saat ini pendamping desa yang ada dinilai tidak ada inovasi.

Menurut politisi PDIP ini, sejak dikeluarkannya Dana Desa (DD), pihaknya tidak melihat program padat karya yang dilaksanakan di Desa yang ada di Musi Rawas.

“Sampai saat ini, kami belum melihat dan belum tergambarkan. Yang ada saat ini hanya sebatas program pembangunan talut, drainase yang menurut kita itu bukan program padat karya. Makanya ini menjadi pertanyaan kita, apakah pendamping desanya yang belum maksimal mendampingi, atau Sumber Daya Manusia (SDM) di desa yang belum paham,” kata Azandri, Sabtu (13/1).

Padahal Azandri menjelaskan, besar harapan pemerintah melalui DD agar masyarakat di Desa bisa merasakan manfaat dari penggunaan dana tersebut.

“Namun baru sebatas program padat, belum ada karya. Kita contohkan saja sampai saat ini, banyak BUMDes yang mati suri. Bagaimana desa mau mendapatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) kalau seperti ini. Dengan memahami kondisi SDM di desa, maka disediakannya pendamping desa. Sehingga masing-masing desa ada tempat untuk berkonsultasi, agar DD yang alokasikan tersebut bisa tepat guna dan menghasilkan,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, saat perekrutan pendamping desa melalui tahapan tes.

“Harusnya, mereka bisa lebih visioner dan bisa mendampingi Kepala Desa untuk mengelola DD,” jelasnya kembali.

Presiden pun sudah menginstruksikan, melalui DD masing-masing desa harus memiliki program unggulan.

“Seharusnya, ini pun menjadi tugas DPMD untuk mengawasi. Pastikan, pendamping desa yang ditempatkan betul-betul mendampingi kades, dan lebih proaktif. Kedepan, kita juga menyarankan agar kinerja pendamping desa harus di evaluasi,” ungkapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita