oleh

Khawatir Imbas Kenaikan Harga BBM

LINGGAU POS ONLINE, TUGUMULYO – Selama tiga bulan terakhir tercatat sudah dua kali terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite. Kenaikan pertama pada Januari 2018 sebesar Rp 100 dari harga Rp 7.700 menjadi Rp 7.800 per liter.

Lalu, kenaikan kedua terjadi mulai beberapa hari lalu. Kali ini pertalite mengalami kenaikan Rp 200. Sehingga kini per liter masyarakat harus membayar Rp 8 ribu.

Kenaikan harga juga terjadi pada BBM jenis pertamax naik Rp 600 menjadi Rp 9.500 per liter. Kemudian harga pertamax turbo naik Rp 600 menjadi Rp 10.700 per liter. Sedangkan harga Pertamina Dex naik Rp 500 menjadi Rp 10.500 per liter dan harga Dexlite naik Rp 900 menjadi Rp 9.000 per liter.

Petugas SPBU Kecamatan Tugumulyo, Hermansyah membenarkan itu, saat dibincangi Selasa (3/7).

Dikatakannya, penyesuaian harga BBM jenis pertalite merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Di saat bersamaan nilai tukar rupiah melemah terhadap Dolar Amerika.

“Sudah berupaya untuk bertahan dengan harga Rp 7.800. Namun, harga bahan baku yang meningkat tajam, mengharuskan kenaikan harga BBM pada konsumen akhir,” ucapnya.

Ia menambahkan, keputusan untuk menyesuaikan harga merupakan tindakan yang juga dilakukan oleh badan usaha sejenis. Namun pihaknya tetap berupaya memberikan harga terbaik bagi konsumen setia produk BBM Pertamina.

“Kenaikan harga ini juga dalam rangka Pertamina tetap bisa bertahan untuk menyediakan BBM dengan pasokan yang cukup, sesuai kebutuhan konsumen secara terus menerus. Sehingga tidak mengganggu konsumen dalam beraktivitas sehari-hari dimanapun,” ujarnya.

Namun, ia optimis meski terjadi kenaikan, konsumen tidak akan berpaling karena sudah merasakan dampak positif kendaraan ketika menggunakan pertalite.

“Konsumsi bahan bakar irit, ramah lingkungan dan mesin juga awet, kami optimis tidak akan terjadi peralihan,” bebernya.

Sales Kepala Service PT Pertamina, Heri mengaku hingga saat ini belum bisa dilihat apakah kenaikan harga pertamax dan jenis BBM lainnya berpengaruh dengan penjualan atau tidak. Pihak Pertamina baru bisa melihat pengaruh jika penjualan satu pekan.

“Kalau dua hari belum kelihatan, sepekan nanti baru bisa ketahuan,” ungkap Heri.

Ditambahkan Heri, BBM yang naik merupakan BBM non subsidi. PT Pertamina siap menyuplai pertamax maupun Pertamina Dex sesuai permintaan SPBU.

Untuk wilayah Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Muratara ada 13 SPBU yang disuplai PT Pertamina.

Ketua Hiswana Migas Lubuklinggau, Winasta Ayu Duri menegaskan kebijakan ini langsung dari pusat. Pada dasarnya daerah hanya menjalani saja.

Menurut Winasta, kenaikan BBM tidak memengaruhi kebutuhan atau permintaan BBM.

“Pengaruhnya tidak besar,” ucapnya.

Meski begitu, Alamsyah (49) seorang pedagang manisan di Pasar Bukit Sulap tetap mengkhawatirkan hal ini.

“Ya memang naiknya harga BBM ini tidak seberapa. Tapi tetap bakal efek ke harga sembako. Orang alasannya minyak naik. Jadi semua barang-barang kadang dinaikkan harganya,” kata dia. (04/07)

Rekomendasi Berita