oleh

Ketua TP PKK Sambangi Pemulung Cilik

KETUA TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana sambangi Pemulung Cilik, Asep (9) dan keluarganya di Jalan Tapak Lebar RT 8 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kamis (9/11).

Hadir juga bersama istri Walikota ini, Ketua DWP Hj Rika Rahman, Sekretaris PKK Hj Sri Maya Ikhsan, Lurah Sidorejo Yangsari, Sekretaris Camat Lubuklinggau Barat II, Wahyu Lindra dan Tim Dinas Kesehatan serta anggota PKK lainnya.

Hj Yetti Oktarina Prana mengatakan, kehadirannya mengunjungi keluarga Asep ini berawal dari beredarnya foto Asep di Media Sosial (Medsos). Sebagai bentuk kepeduliannya, ia pun langsung menanyakan kondisi dan keberadaan Asep melalui pemilik akun yang mem-posting mengenai kondisi Asep.

“Kita tahu, setelah baca di Medsos, saya tanya yang posting. Yang ada memang seperti dipostingan. Asep tiga bersaudara, ditinggal ibunya hanya dengan ayah,” katanya.

Selain dukungan materi, dukungan moril juga diberikan. Pihaknya dengan sigap menghubungi Dinas Kesehatan untuk memeriksakan kondisi keluarga Asep ini. Namun, untuk saat ini pihaknya tidak bisa membantu melalui program bedah rumah, karena rumah yang ditempati merupakan sewaan dengan bayaran per bulan Rp 250 ribu. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut peduli terhadap keberadaan tetangga sekitar yang membutuhkan.

Ia mengaku mengagumi sosok Asep, yang bersedia membantu keluarganya tanpa menghilangkan keceriaannya sebagai anak seusianya dan tidak melalaikan kewajiban sebagai siswa.

“Saya percaya anak seperti Asep yang hidup keras di masa anak-anak, sabar menjalaninya dengan sukacita tapi tidak melalaikan kewajiban untuk sekolah, insya Allah anak seperti ini jadi orang (besar),” doa Ibu dari Indira ini.

Diusianya yang masih kecil, Asep juga menjaga adiknya yang berusia 7 dan 4 tahun dan membantu pekerjaan rumah. Ia bekerja dengan sukarela tanpa ada paksaan.

“Setiap hari ia mendorong gerobak kecil yang dibuatkan ayahnya dan mencari barang bekas. Semangat Asep ini menjadi penyemangat kita semua,” tuturnya.

Ayah Asep, M Zulkifli mengaku Asep merupakan anak pertama dari tiga bersaudara Adiknya Rani (7 tahun) dan Aldi (4 tahun). Asep bersekolah di SD Azhariah di Kelurahan Keputraan.

Dari apa yang disampaikan para tetangganya, M Zulkifli membayar kontrakan yang dicicil setiap harinya dari mulai Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu, sesuai dengan penghasilan yang didapat. Ia menghidupi ketiga anaknya seorang diri, mulai saat usia Aldi (putra bungsunya) berusia enam bulan.

“Terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada kami, doakan kami agar Asep dan adik-adiknya nanti bisa memiliki kehidupan yang jauh lebih baik saya,” harapnya. (Rls/09)

Komentar

Rekomendasi Berita