oleh

Ketua BPD Musi Rawas Kabur Dilaporkan ke Pimpinan Dewan

LINGGAU POS ONLINE- Dua unsur pimpinan DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura), yakni Ketua DPRD Kabupaten Mura, Azandri dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mura, Hendra Adi Kusuma menerima laporan terkait pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Jumat (25/10). Laporan itu disampaikan Buston, calon anggota BPD Karya Teladan, Kecamatan Muara Kelingi.

Dalam laporannya, Buston menyampaikan kalau Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan BPD Karya Teladan Sayuti, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) setempat menghilang. Padahal, Ia menduga ada indikasi kecurangan saat dilakukannya proses pemilihan anggota BPD. Karena, pada 20 Oktober 2019 ketika panitia sedang melakukan penghitungan suara, dirinya meminta salinan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan daftar hadir pemilih kepada salah satu panitia. Padahal, berdasarkan pengamatannya ada pemilih yang tidak terdaftar menggunakan hak pilihnya. Apalagi, selisih antara dirinya dengan pemenang hanya 1 suara.

“DPT kita ada 109 orang. Kemudian, pada saat proses pemilihan ada yang tidak datang. Tapi, jumlah DPT tidak berkurang. Jadi, ada indikasi kecurangan, dan itu bisa dilihat di DPT,” jelas Buston.

Maka, ia berharap agar wakil rakyat dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi tersebut. Karena, salah satu preseden buruk yang menciderai demokrasi.

Ketua DPRD Kabupaten Mura, Azandri mengatakan kalau pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan Buston. Agar, permasalahan itu cepat selesai dan diketahui titik terangnya.

“Kita akan panggil Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  (DPMD) melalui komisi terkait, untuk menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan rilis dari sekretaris pemilihan BPD Karya Teladan, Umi Qonaah, membenarkan kalau panitia tidak memberikan daftar hadir kepada Buston sebagai kandidat. Karena, daftar hadir merupakan dokumen penting yang tidak boleh diberikan secara sembrono, selain itu daftar hadir merrupakan bahan laporan panitia ke kepala desa dan camat.

“Beritanya acaranya sudah kita tunjukan ke yang bersangkutan, tapi ditinggalkan di dalam aula kantor desa,”jelasnya.

Laporan Aan Sangkutiar

Rekomendasi Berita