oleh

Keselamatan Bangsa Tergantung Pada Guru

HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ke-72

KEMARIN (16/11), Pengurus dan Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) Kota Lubuklinggau, Ahmad Jamaludin serta Pengurus dan Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH), Lendri Alpikar dilantik oleh Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Zulinto.

Pelantikan dilakukan di Aula Embun Semibar Kampus STKIP-PGRI Lubuklinggau, dalam rangkaian peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-72. Disaksikan ribuan guru PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK se-Kota Lubuklinggau.

Ketua PGRI Kota Lubuklinggau Erwin Susanto mengatakan, rangkaian HUT PGRI sejatinya sudah dimulai sejak 13 November 2017 dengan Lomba Olahraga Antar Guru.

“Dilanjutkan hari ini (kemarin,red) dengan Sosialisasi Kode Etik Guru. Termasuk dengan pelantikan Pengurus LKBH dan DKGI. Apa yang kita lakukan ini diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada guru, tentang rambu-rambu dalam melaksanakan tugas. Ketika mendidik kita bisa lebih terarah. Dan tugas bisa terlaksana dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Lubuklinggau H Tamri, Ketua STKIP-PGRI Lubuklinggau DR H Rudi Erwandi, Ketua DKGI Provinsi Sumsel H Lukman Haris dan Ketua LKBH PGRI Sumsel Krishandoyo itu, Ketua PGRI Sumsel H Zulinto menegaskan, bahwa guru ini merupakan sosok pendidik yang tidak tertandingi.

“Tanpa guru bangsa ini tidak bisa jadi bangsa yang baik dan selamat. Tanpa guru kita tidak akan bisa jadi apa-apa. Artinya betapa tinggi martabat guru. Melalui ‘tangan’ guru akan lahir pemimpin-pemimpin yang baik,” jelasnya.

Pada waktu yang sama, Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani mengucapkan selamat Hari Guru untuk para pendidik di Kota Lubuklinggau. Ia menerangkan bahwa Visi Utama Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe, menjadikan Kota Lubuklinggau destinasi pendidikan.

“Oleh karena itu, Pemkot Lubuklinggau berupaya untuk meningkatkan fasilitas pendidikan PAUD, SD, SMP dan SMA. Baik negeri maupun swasta. Sekarang, kami berharap guru juga berjuang menciptakan pendidikan di Lubuklinggau ini jadi unggul. Sehingga anak-anak dari Empat Lawang, Rejang Lebong, Sarolangun, Muratara dan Musi Rawas belajarnya ke Kota Lubuklinggau. Disamping itu, pesan saya jangan lagi terdengar ada anak Lubuklinggau tidak sekolah. Maka kita semua harus tergerak untuk menyelamatkan anak bangsa agar mendapat akses pendidikan minimal 12 tahun,” pesannya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita