oleh

Kesbangpol Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengadakan sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan organisasi pemuda di Kabupaten Mura.

Acara berlangsung Senin (20/8) di Ballroom Bukit Sulap Abadi Hotel Lubuklinggau, Jalan Yos Sudarso Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I dihadiri Wakil Bupati Mura Hj Suwarti, Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Mura H Amra Muslimin, perwakilan masing-masing OPD, tokoh agama, Karang Taruna. Sementara narasumbernya, Kepala Seksi Karakter Kebangsaan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Yodie Indrawan S.STP, MM.

Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Kabupaten Mura, H Amra Muslimin menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi ini untuk mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan yang baru.

“Khusus hari ini adalah gerakan Indonesia bersih, seperti bersih lingkungan, bersih hati, bersih diri, dan bersih satuan kerja. Jadi kita dukung program pemerintah ini, karena yang mencetuskan pertama kali revolusi mental adalah Presiden RI pertama, Ir Soekarno,” kata Amra Muslimin.

Dengan adanya kegiatan ini, Kaban Kesbangpol berharap Mura ini dapat mengubah perilaku lama menjadi perilaku yang baru.

Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti membaca sambutan Bupati Mura H Hendra Gunawan menyampaikan, dalam rangka memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia dengan melaksanakan Revolusi Mental yang mengacu pada nilai-nilai integritas dan gotong royong.

Kemudian untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

“Dalam rangka keberhasilan pelaksanaan Revolusi Mental bagi seluruh ASN, Swasta dan Masyarakat, perlu membentuk Gugus tugas Daerah Gerakan Nasional Revolusi Mental (DGNRM) Kabupaten Mura,” jelas Suwarti.

Wabup menyebutkan pihaknya berharap kepada tim GNRM Kabupaten Mura untuk mengubah cara pandang, cara berpikir, sikap, perilaku dan cara kerja yang berorientasi pada kemodernan. Serta, sambung dia, mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan berkepribadian dalam budaya. (04)

Rekomendasi Berita