oleh

Kesadaran Warga Mengurus Akta Kematian Rendah, Baru 165 Warga yang Melapor Sepanjang 2017

2017 hampir berlalu, namun masyarakat yang melapor kematian keluarganya ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil baru 165 warga, ini membuktikan kalau kesadaran masyarakat masih sangat minim sekali terhadap tertib administrasi.

Laporan Mutiara Rahma, Muara Beliti

Walaupun pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Rawas sudah melakukan berbagai upaya dalam mengajak masyarakat tertib administrasi, nyatanya masih banyak masyarakat yang belum sadar betapa pentingnya tertib administrasi.

Kadisdukpencapil Kabupaten Musi Rawas, Y Mori melalui Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, RA. Ayu Rahma mengakui khusus untuk pelaporan akta kematian, masih banyak masyarakat yang malas.

“Sepanjang Januari hingga sekarang baru 165 warga yang melapor, padahal melaporkan kematian keluarganya kepada Disdukcapil ini penting sekali dilakukan. Karena, kedepan, kalau data seperti ini sudah dilaporkan dapat mempermudah validasi maupun pemutakhiran data kependudukan,” tuturnya.

Bahkan, kewajiban melaporkan keluarga yang meninggal ini tertuang langsung dalam Undang-Undang (UU) No. 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, kemudian diteruskan dalam Perda yang mencakup seluruh penerapan administrasi kependudukan. Maka warga wajib buat akta kematian.

“Kedepan kita akan melakukan kerjasama dengan camat dan Kades supaya melakukan pengisian registrasi buku pemakaman, dengan begitu kita dapat mengetahui berapa jumlah masyarakat yang meninggal,”tutupnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita