oleh

Kepastian Haji 19 Ramadan

“Jangan didengar isu-isu yang belum benar dari manapun. Karena dari Kemenag pun kita dianjurkan untuk menunggu keputusan terakhir Menteri Haji Arab Saudi, yang insya Allah tanggal 19 Ramadan nanti….”

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Mura H Asror

LINGGAUPOS.CO.ID- Jelang penutupan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1441 Hijriah/2020 Masehi, Kamis 30 April 2020, sudah banyak jemaah yang melunasinya. Per kemarin, total ada 177.785 jemaah haji reguler dan 12.720 jemaah yang melakukan pelunasan.

“Artinya sudah 87,44 persen jemaah calon haji yang melakukan pelunasan. Angka ini diharapkan akan terus bertambah sampai dengan tahap akhir pelunasan tahap pertama Kamis besok (hari ini, red),” ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis di Jakarta, Rabu (29/4).

Menurut dia, masih ada 25.535 kuota jemaah haji reguler yang belum terlunasi. Perlu diketahui, kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 221.000 yang terdiri dari kuota haji reguler (203.320) dan kuota haji khusus (17.680). Adapun, kuota haji reguler terbagi menjadi empat, yaitu 199.518 untuk jemaah haji reguler, 2.040 kuota prioritas lanjut usia, 1.512 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 250 Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah KBIHU. Untuk prioritas lansia masih ada 864 kuota.

Meskipun demikian, masih kata dia, sampai hari ini belum ada PHD dan Pembimbing KBIHU yang melakukan pelunasan.

Muhajirin menambahkan, jika masih ada sisa kuota saat penutupan, maka akan dibuka pelunasan tahap kedua, 12-20 Mei 2020. Adapun, pelunasan tahap kedua dibuka untuk jemaah haji berhak lunas yang mengalami gagal pembayaran karena sistem saat tahap pertama.

“Selain itu, berhak melunasi pada tahap kedua adalah pendamping lansia, penggabungan mahram, serta jemaah disabilitas dan pendampingnya,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim mengatakan untuk jemaah haji khusus, yang sudah melunasi sampai hari ini adalah 12.720 orang. Kuota jemaah haji khusus berjumlah 17.680, terdiri dari 16.305 kuota jemaah dan 1.375 kuota petugas.

“Artinya, sudah 78,01 persen calon jemaah haji khusus yang sudah melunasi dari total kuota berhak lunas sebesar 16.305. Jika sampai besok masih ada sisa kuota, akan dibuka pelunasan tahap kedua dari 12-20 Mei 2020,” jelas Arfi.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) juga membuka pelunasan untuk jemaah haji khusus dengan status cadangan. Total kuota cadangan adalah 4.785 jemaah.

“Sampai hari ini, 2.135 jemaah haji khusus sudah melunasi dengan status cadangan,” jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan kepastian keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH)?

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Musi Rawas, H Hermadi melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Drs H Asror mengatakan bahwa informasi terakhir dari Dirjen Haji Menag RI, bahwa proses haji tetap dijalankan.

“Jadi info terakhir dari Dirjen Haji, bahwa proses haji seperti pelunasan, meningitis dan proses administrasi tetap dilaksanakan. Dan kita pun di Musi Rawas tetap menjalankan proses tersebut dengan baik,” jelasnya, Rabu (29/4).

Asror juga sangat bersyukur bahwa pelunasan haji juga sudah semua dilaksanakan.

“Alhamdulillah untuk pelunasan haji, hampir semuanya sudah melunasi, yang sudah lunas ada 131 dari total 149 kuota JCH Kabupaten Mura. Nanti tinggal ada perpanjangan waktu untuk pelunasan dari tanggal 12-16 Mei 2020,” jelasnya.

Mengenai penambahan, lanjut Asror, nantinya akan ada penambahan sekitar 9 orang pada gelombang kedua diperkirakan pertengahan Mei 2020.

Pada kesempatan ini, Asror juga menghimbau kepada semua JCH agar dapat menunggu informasi secara resmi dari pemerintah dalam hal ini Kemenag.

“Jangan didengar isu-isu yang belum benar dari manapun. Karena dari Kemenag pun kita dianjurkan untuk menunggu keputusan terakhir Menteri Haji Arab Saudi, yang insya Allah tanggal 19 Ramadan nanti. Dari negara-negara di dunia yang mengirimkan jemaah haji, itu sudah dimintai pertimbangan Kementerian Haji Arab Saudi termasuk Indonesia. Mudah-mudahan dengan masukan-masukan dari semua negara, haji tahun ini bisa terlaksana,”jelas H Asror.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Lubuklinggau, H Azhari Rahardi melalui Kasi Haji, H Hasbi Saidina Ali mengatakan sudah ada 188 JCH dari 204 total kuota JCH Kota Lubuklinggau yang telah melakukan pelunasan haji.

“Mengenai penambahan kuota untuk saat ini belum, yang mana untuk usia lanjut baru mau diusulkan,” katanya.

Mengenai keberangkatan haji tahun ini, H Hasbi mengatakan Wallahualam Bisawab, dan memohon doa kepada semuanya agar bisa terlaksana.

Sedangkan di Kabupaten Musi Rawas Utara, Kepala Kantor Kemenag Muratara, H Ihsan Baidjuri mengatakan bahwa jumlah JCH yang sudah melunasi biaya haji ada 81 JCH dari total 87 JCH Kabupaten Muratara.

10 Tahun Menanti, Berharap Bisa ke Baitullah

Suami istri pensiunan PNS, Yaswanrizal (64) dan istrinya Yuendri (64) warga Jalan Letkol Atmo Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 2020 ini.

Pasangan suami istri yang sudah lanjut usia ini, telah mendaftar untuk menunaikan ibadah haji sejak 2010. Sejak saat itu, keduanya menabung untuk bisa ke Baitullah.

Bahkan, sebelum pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) mereka telah mengikuti rangkaian manasik sampai selesai di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muhammadiyah.

Yenni Fajrianti, putri dari Yaswanrizal dan Yuendri menjelaskan, ia belum mengetahui apakah kedua orang tuanya ini akan berangkat haji atau tidak pada 2020 ini. Karena, saat ini kita sedang menghadapi pandemi Covid-19.

“Kami masih menunggu, belum ada informasi yang pasti ditunda atau tidak. Menunggu dampak Covid-19 di negara tujuan maupun negara kita,” katanya.

Bahkan, wanita ramah ini berharap agar kedua orang tuanya berangkat untuk menunaikan ibadah haji di 2020, meskipun pandemi Covid-19. Sebab, dirinya melihat kedua orang tuanya ini, sangat antusias untuk menjalankan salah satu rukun Islam ini.

“Khawatirnya kalau tidak jadi berangkat karena orang tua sudah sangat antusias. Kalau masalah Covid-19 kan sudah ada protokol kesehatan, dan sudah ada tenaga kesehatan yang menanganinya,” ungkapnya.

Maka, dirinya berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir, agar perekonomian masyarakat membaik, karena dapat kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa.

Hal sama diungkapkan Silvia Miranda (30). ASN guru Kota Lubuklinggau itu berharap mertuanya, Asnawi dan Nursyamsiah yang kini tinggal di Desa Sukamenang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara bisa berangkat haji tahun ini.

“Ya, seharusnya mereka bisa berangkat tahun ini. Mertua saya sudah daftar berangkat haji sekitar tahun 2012. Kami berdoa semoga Corona cepat reda jadi mereka tetap bisa berangkat,” harap Silvi.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul”Kepastian Haji 19 Ramadan”

Rekomendasi Berita