oleh

Kepala KUA Kaget Mempelai Jadi Tahanan

LUBUKLINGGAU – Fernando Kurniawan (28) terpaksa menikah di Mapolres Lubuklinggau, Minggu (10/2) sekitar pukul 12.00 WIB.

Pasalnya setelah tanggal pernikahan ditetapkan, ia ditangkap polisi dalam kasus penganiayaan. Fernando menikahi gadis pujaannya, IM (24) warga Kelurahan Nikan Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Informasi diterima Linggau Pos, pernikahan ini sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Bahkan, tiga bulan sebelum pelaksanaannya, dan prosesnya harus melakukan pendaftaran di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Namun, Fernando yang merupakan warga Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I tersebut, diamankan Polisi Resort (Polres) Lubuklinggau. Ia diduga telah melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita yang diduga mantan pacarnya pada 5 Oktober 2018 lalu sekira pukul 00.00 WIB.

Akibatnya, pada 4 Januari 2019 Fernando Kurniawan diamankan di ruang tahanan Mapolres Lubuklinggau. Sehingga pernikahan yang seharusnya dilakukannya di kediaman mempelai wanita batal.

Kepala KUA Lubuklinggau Timur I, Sardi mengatakan, kemarin dirinya sudah datang ke kediaman mempelai wanita berada di RT 2 Kelurahan Perumnas Nikan, sekira pukul 10.00 WIB.

Namun, setibanya di sana ia dapat informasi kalau mempelai yang akan dinikahkannya ini ditangkap polisi.

“Saya kaget, karena sesuai jadwal pernikahan akan dilakukan di kediaman mempelai perempuan. Tapi mempelai laki-lakinya tidak ada, dan mereka minta ditunda,” kata Sardi.

Namun, sekira pukul 12.00 WIB ia kembali ditelepon oleh pihak mempelai perempuan, menjelaskan pernikahan yang sudah terdaftar tersebut tetap dilakukan. Namun, di Mapolres Lubuklinggau.

“Pernikahan tetap dilakukan atas permintaan keluarga kedua mempelai,” jelasnya.

Diakui Sardi, menikahkan mempelai di Mapolres baru pertama kali dilakukannya sebagai KUA.

Namun, sebenarnya pernikahan Fernando Kurniawan ini bukan hal yang baru, karena peristiwa yang sama banyak terjadi di daerah lain.

Bahkan, di Kota Lubuklinggau pernah mempelai menikah di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II A Lubuklinggau.

“Asalkan sesuai prosedur dan memenuhi syarat, pernikahan tetap bisa dilakukan walaupun di Lapas,” jelasnya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono didampingi Kasi Propam, Iptu Awaludin membenarkan kegiatan tersebut.

Telah dilakukannya prosesi akad nikah antara Fernando (27) yang merupakan tahanan Polres Lubuklinggau dengan IM.

Menurut Kapolres, Fernando saat ini sedang melaksanakan proses hukum terkait kasus pidana yang dilakukannya sebagaimana Pasal 351 KUHPidana.

Namun dalam pelaksanaan pernikahan, merupakan hak setiap warga, sehingga maka pelaksanaannya diperbolehkan. Namun, ketika sudah jadi tahanan kedua belah pihak harus mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada Polres secara administratif.

“Menikah itu kan ibadah. Saya kira setiap tahanan memiliki hak untuk melaksanakan ibadah termasuk menikah. Namun untuk pelaksanaan malam pengantin tidak bisa kami penuhi, mengingat aturan KUHAP tentang hak-hak tersangka, tidak mengatur tentang itu,” jelas Kapolres.

Kapolres juga berharap, semoga dengan dilaksanakan pernikahan ini, Fernando menyadari kesalahannya. Sehingga dalam mengikuti proses hukum yang menjeratnya dapat lebih tenang dan ikhlas. (aku)

Rekomendasi Berita