oleh

Kepala KPP Ingatkan WP Jangan Goda Petugas Pajak

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Kepala KPP Pratama Curup, Barlianto menegaskan wajib pajak untuk tidak macam-macam dengan petugas pajak.

Wajib pajak diharapkan tidak menggoda petugas pajak agar ia tidak membayar penuh pajak yang ditetapkan kepada wajib pajak.

“Saya berpesan kepada wajib pajak yang ada di Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan aturan,” katanya.

Pernyataan ini dikemukakan oleh Barlianto di hadapan sejumlah wartawan usai membuka pencanangan zona integritas KPP Pratama Curup, Kamis (29/3).

Ia memaparkan, pencanangan zona integritas merupakan bagian dari nawacita Presiden RI dengan tujuan untuk mencapai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di lingkungan Ditjen Pajak.

“Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh tanah air untuk menuju wilayah bebas korupsi. Tahap-tahapan yang harus kita lalui salah satunya pencanangan zona integritas,” jelasnya.

Ia juga memaparkan, saat ini tingkat kesadaran Wajib pajak di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang sudah di atas rata-rata.

“Kalau untuk kesadaran kepatuhan membayar pajak masyarakat di tiga wilayah kerja sudah mencapai 70 %.Untuk total jumlah wajib pajak di tiga Kabupaten yang terdaftar sekitar 47.000 wajib pajak yang terdiri dari wajib pajak badan dan perorangan,” katanya.

Sementara itu, Sekda Rejang Lebong, RA Deni menjelaskan, dalam meningkatkan pajak butuh kesadaran masyarakat terutama pajak pribadi.

“Kalau pajak yang bersumber dari negara jelas langsung dipotong, yang jadi masalah ini pajak yang diperoleh dari pribadi, termasuk kesadaran membayar pajak PBB,” jelas Sekda.

Saat ini pajak PBB sudah diserahkan ke daerah dan pajak merupakan salah satu sumber daerah untuk melakukan pembangunan.

“Kalau boleh jujur, pajak kita belum seimbang dengan pembangunan yang kita dapat,” paparnya.

Misal, tambah Sekda, dahulu masyarakat membayar pajak untuk tanah kosong dan sekarang sudah dibuat bangunan, namun tidak melaporkan sehingga sehingga penerimaan pajak tidak berubah.

“Harapan kita masyarakat melaporkan kewajiban pajak yang dimiliknya,” harapnya.

Denni mengaku, semenjak penerimaan pajak diserahkan ke daerah, Rejang Lebong belum pernah melakukan pendataan ulang tentang zona-zona kenaikan pajak dan masih menggunakan yang lama.

“Itu yang kita minta pada BPKD, minimal kita buat dulu zona khusus Curup Kota dulu baru yang lain,” imbuhnya.

Pantauan Linggau Pos, dalam kegiatan tersebut dihadiri unsur FPKD, sejumlah pengusaha atau wajib pajak, termasuk pemerintah daerah Kabupaten Rejang Lebong. (09)

Rekomendasi Berita