oleh

Kepala Briptu Hedar Ditembak dari Belakang

LINGGAU POS ONLINE – Jenazah Brigadir (Anumerta) Hedar telah diterbangkan ke kampung halamannya di Makassar, Sulawesi Selatan. Jenazah rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya, di Kabupaten Barru.

Upacarap pelepasana anggota Polda Papua tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Rudolf A Rodja di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua, Selasa (13/8).

Upacara pelepasan juga dihadiri Panglima Kodam XVII/ Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, dan Bupati Puncak Willem Wandik. Selain itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, Komandan Kodim Mimija Letkol Pio L Nainggolan, serta perwira tinggi di lingkup Polda Papua.

Brigadir (Anumerta) Hedar anggota Polda Papua tewas usai diculik dan disandera kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) Papua, Senin (12/8).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pasukan TNI-Polri saat ini telah diterjunkan untuk melakukan pengejaran terhadap kawanan kelompok yang membunuh Brigadir (Anumerta) Hedar. Mereka adalah kelompok G.

“Iya, pelakunya dari kelompok G yang memang memiliki basis di Kabupaten Puncak. Saat ini, tim TNI-Polri telah diterjunkan untuk melakukan pengejaran kelompok tersebut, meski kondisi di wilayah itu cukup luas dan ekstrem,” kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (13/8).

Lebih lanjut, Dedi mengakui, pihaknya juga sudah mendapatkan informasi terkait penyebab tewasnya Brigadir (Anumerta) Hedar. Menurutnya, korban tewas setelah kepala bagian belakangnya ditembak menggunakan senjata laras panjang milik salah satu anggota kelompok G, bernama Jambi Mayu (JM).

“Korban ditembak oleh salah satu anggota kelompok itu, yakni JM menggunakan senjata laras panjang saat melarikan diri. Dia ditembak dari jarak sekian meter dari belakang,” jelas Jenderal polisi bintang satu tersebut.

Dedi menuturkan, peristiwa naas itu terjadi Senin (12/8), sekitar pukul 11.00 WIT. Dimana berawal saat korban dan rekannya, Bripka Alfonso sedang bertugas melakukan penyelidikan di daerah itu. Namun, ketika sedang berboncengan sepeda motor ditengah perjalanan ada warga memanggilnya.

Alhasil, kata Dedi, laju sepeda motor yang dikemudikan Bripka Alfonso pun berhenti dan korban lalu turun untuk menghampiri warga tersebut. Adapun saat baru mendekati warga, tiba-tiba kawanan pelaku datang dan langsung menangkap korban tanpa bisa melawan.

“Saat itu korban tak bisa melawan, sementara Bripka Alfonso yang masih berada di atas motor pun panik dan memilih melarikan diri untuk melaporkan kejadian itu ke Pos Polisi Kago, Kabupaten Puncak,” ujarnya.

Atas laporan Bripka Alfonso, petugas di Pos Polisi dengan sigap melakukan koordinasi dengan pasukan TNI guna melakukan proses penyelamatan korban. Dimana, akhirnya sejumlah personel TNI-Polri pun langsung menuju lokasi tempat korban ditangkap.

“Tim saat itu melakukan upayanya dengan cara pendekatan terhadap para tokoh masyarakat di wilayah tersebut. Dan ketika tim mencari keberadaan korban, ternyata korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan luka tembak di bagian kepala belakangnya,” terangnya.

Dedi menyampaikan, atasnama pribadi dan keluarga besar Polri pihaknya mengucapkan rasa duka cita mendalam atas gugurnya Briptu Hedar yang sedang menjalankan tugasnya. Dedi memastikan, jika Mabes Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada Almarhum.

“Ya, secara otomatis Briptu Hedar mendapat kenaikan pangkat luar biasa, satu tingkat lebih tinggi,” ucapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyebut, kalau jasad Brigadir (Anumerta) Hedar awalnya ditemukan pertama kali oleh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak dan Polres Puncak Jaya, setelah sempat melakukan negosiasi dengan KKSB pimpinan Lekagak Talenggen.

“Kita sudah sempat melakukan komunikasi dengan pimpinan KKSB Talenggen saat korban sedang disandera, dan masih hidup. Namun komunikasi itu tak menemukan titik temu, hingga korban pun ditemukan meninggal, sekitar pukul 17.30 WIT, tak jauh dari tempatnya disandera,” kata AM Kamal.

Terpisah, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Menko Polhukam Wiranto mengeaskan operasi perburuan KKSB di Papua akan terus dilakukan dan tak akan berhenti.

Dia menuturkan, pihaknya tidak akan menghentikan operasi pengamanan di sana. Segala bentuk operasi akan terus dilakukan.

“Pokoknya kita lanjutan operasi-operasi seperti itu, jadi enggak akan ada habis-habisnya,” katanya di kantornya.(*)

Sumber : Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita