oleh

Kepak Sayap Terakhir Putri Prajurit

-Nasional-413 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – Setelah tiga bulan menjalani perawatan di National University Hospital (NIH) Singapura, Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono, menghembuskan napasnya terakhirnya pada Sabtu (1/6) pukul 11.50 waktu setempat.

Indonesia kehilangan salah satu putri terbaiknya. Selama 10 tahun almarhumah menjalankan tugas sebagai ibu negara mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden ke-6 Republik Indonesia.

Pada Februari 2019, Presiden RI ke- 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan bahwa Ani Yudhoyono mengidap kanker darah. Kabar tersebut sontak mengagetkan banyak kalangan.

Betapa tidak, sepanjang 2018, Ani masih aktif bersama suaminya mengikuti tur Partai Demokrat ke sejumlah daerah dengan berbagai aktivitas yang melelahkan. Setahun sebelumnya, Ani mendampingi putra pertamanya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pertarungan pilkada DKI Jakarta yang kemudian dimenangkan oleh pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Sejak Februari itu, Ani Yudhoyono berobat ke Singapura untuk menangani penyakit yang dideritanya. SBY kemudian secara drastis mengurangi aktivitas politik untuk mendampingi istrinya dan memberikan dukungan di saat sulit.

Banyak tokoh yang menjenguk Ani. Termasuk Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana Joko Widodo. Namun takdir Allah SWT berkata lain. Satu bulan lima hari sebelum ulang tahun yang ke-67, Ani Yudhoyono wafat.

Ani Yudhoyono akhirnya mengepakkan sayapnya sebagai putri seorang prajurit. Suami dari seorang prajurit dan ibu dari seorang prajurit untuk yang terakhir kalinya. Almarhumah , memberikan kenangan yang manis bagi seluruh rakyat Indonesia yang pernah merasakan kebaikannya.

Ani Yudhoyono lahir di Yogyakarta pada 6 Juli 1952. Dia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara, putri dari almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Ani Yudhoyono tumbuh menjadi gadis tomboi, sebagaimana diakuinya dalam buku ‘Ani Yudhoyono: Kepak Sayap Putri Prajurit’ karya Alberthiene Endah, halaman 70.

Dalam biografinya itu, Ani menggambarkan bagaimana lahir dan besar di keluarga prajurit yang berpindah-pindah kota sesuai dengan penugasan ayahnya. Sarwo Edhie adalah salah satu tokoh di pasukan khusus TNI AD yakni RPKAD (kini Kopassus, Red). Kehidupan Ani, tak lepas dari prajurit.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menikahinya pada 30 Juli 1976 juga seorang prajurit. Keduanya dikaruniai dua putra. Yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Eddie Baskoro Yudhoyono (Ibas)

Ani menempuh pendidikan dengan berpindah-pindah sesuai lokasi dinas ayahnya. Ani bersekolah di SMP Immanuel Medan Sumatera Utara, SMAN 24 Jakarta, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka.

Pada hari ini, Minggu (2/6), Ani Yudhoyono dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Jenazah Ani akan dikuburkan dekat makam istri presiden ke-3 RI BJ Habibie, Ainun Habibie.

Selalu Memberi Semangat

Selama 10 tahun mendampingi SBY pula, cukup banyak peristiwa yang menguji pemerintah. Baru beberapa bulan menjabat sebagai Presiden menggantikan Megawati Soekarno Putri, pada 24 Desember 2004, gelombang tsunami menghantam Aceh dan Nias.

Pemerintah harus cepat melakukan tanggap darurat untuk mengevakuasi korban meninggal dan merawat korban yang luka sambil menopang kehidupan warga yang selamat selama di pengungsian.

Di tengah-tengah menghadapi tantangan itu, Ani Yudhoyono sebagai ibu negara berada di belakang SBY untuk memberikan semangat. Tak hanya pada suaminya, namun juga rakyat Aceh yang mengalami musibah tersebut. Ani mendorong berdirinya organisasi istri anggota kabinet yang disebut SIKIB. Dia memberikan perhatian pada pendidikan anak antara lain dengan menginsiasi perpustakaan keliling.

Salah satu programnya yang cukup dikenal adalah mendorong didirikannya rumah pintar atau rumpin. Rumah pintar yang diinisiasi tersebut memberikan ruang kepada anak-anak untuk bisa mengakses buku bacaan, menjadi tempat bagi kaum perempuan untuk belajar keterampilan dan berbagai kegiatan penguatan keluarga lainnya.

Hobi Fotografi

Di sela-sela kesibukannya sebagai ibu negara, Ani juga memiliki hobi fotografi. Hasil jepretannya juga bisa dilihat lewat akun instagram miliknya.

Tak jarang hasil fotonya mendapat banyak tanggapan positif dari warganet. Ani sendiri tampaknya menikmati aktivitas fotografi tersebut.

Di kalangan wartawan istana kepresidenan yang bertugas selama masa pemerintahan SBY, Ani juga dikenal sebagai sosok yang ramah dan hangat. Baik dalam acara-acara kenegaraan di Istana Presiden, kunjungan ke daerah maupun ke luar negeri, dia selalu menyapa wartawan dalam berbagai kesempatan.

Tak hanya menyapa, melayani permintaan foto bersama juga kerap ia lakukan bersama para wartawan yang meliput kegiatan Presiden.

Sementara itu, juru bicara Kepresidenan 2009-2014 Julian Aldrin Pasha mengenang Ani Yudhoyono sebagai sosok yang memberikan perhatian kepada semua kalangan. Termasuk staf pribadi dan orang-orang yang bekerja di lingkungan Kepresidenan pada masa pemerintahan SBY.

“Ibu Ani merupakan sosok yang sangat perhatian kepada kami. Tak hanya saya, tapi juga keluarga. Saya memiliki dua anak dan dalam kesempatan yang ada, ibu Ani juga selalu menanyakan bagaimana kabar anak-anak,” kata Julian Aldrin Pasha di Jakarta, Sabtu (1/6).

Kenangan serupa juga diingat oleh Staf Khusus Kepresidenan di era SBY, Ahmad Yani Basuki. Dia yang saat ini menjadi Ketua Lembaga Sensor Film mengingat sosok Ani Yudhoyono sebagai pribadi yang hangat dan kekeluargaan. “Perhatian kepada kami staf khusus sangat baik. Dan beliau hafal satu per satu termasuk dengan istri dan anak-anak,” kata Ahmad Yani.

Julian maupun Ahmad Yani Basuki sempat menengok Ani Yudhoyono di Singapura beberapa waktu lalu. Keduanya merasa kehilangan atas kepergian Ani Yudhoyono. Namun, mereka berkeyakinan SBY maupun keluarga yang ditinggalkan akan tabah dalam menghadapi cobaan ini.(rh/fin)

Rekomendasi Berita