oleh

Kenalkan ke Mahasiswa Teknik Tanam Vertikultur

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Pernah dengar teknik menanam tanaman secara vertikultur? Teknik yang mulai banyak dilakukan terutama di kalangan keluarga yang memiliki lahan sempit dan ingin bercocok tanam. Hal ini pula yang dibudidayakan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas Nelly Murniati.

“Cara membuatnya pun tidak terlalu sulit kalau kita mempraktekkannya sendiri. Bisa dengan metode hidroponik. Hal ini pula yang saya sampaikan ke mahasiswa,” jelas Nelly Murniati yang juga pernah menjadi Dekan Fakultas Pertanian Unmura ini, Jumat (9/2).

Ia menerangkan, vertikultur ini berasal dari bahasa Inggris, vertical dan culture. Vertical, kata Nelly, berarti vertikal atau tegak lurus, sedangkan culture berarti budidaya.

“Jadi secara gampangnya, vertikultur dapat diartikan sebagai teknik budidaya tanaman secara vertikal di ruang yang sempit. Jadi, kita akan memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam dengan optimal,” jelasnya lagi.

Tanaman yang biasanya ditanam dengan teknik ini adalah jenis tanaman semusim, atau yang berumur pendek. Seperti sayuran, contohnya selada, selederi, kangkung, kemangi, bayam, sawi, dan berbagai macam sayur lainnya.

“Bahkan, kita juga bisa menanam cabe menggunakan teknik vertikultur ini. Sehingga nggak harus pusing ketika harga cabai mahal. Karena memang kita sudah punya tanaman sendiri. Ini langkah menghemat pengeluaran, bagi keluarga. Mau sayur, cabai, daun bawang, semua tinggal petik. Nggak harus lahan luas. Nempel di dinding pun bisa,” jelasnya.

Vertikultur juga mencegah keluarga memakan sayuran yang terkontaminasi pestisida.

“Karena kalau beli di pasar, sebagian besar sayur itu disemprot dengan pestisida. Untuk mengonsumsinya, lebih aman disiram air garam dulu. Baru bisa dikonsumsi. Sementara kalau hasil tanam vertikultur tak harus disiram air garam. Dari kebun, tinggal dicuci untuk menghilangkan debu saja, sudah bisa dikonsumsi,” jelasnya lagi.(05)

Rekomendasi Berita