oleh

Kenal di Medsos, PNS ini Jadi Sapi Perahan

LINGGAUPOS.CO.ID- Nekad peras korban Rp100 juta serta mengancam akan menyebarkan video tidak senonoh korban berinisial MS, terdakwa M Agus Nuch alias Agus (38), warga Kompleks Kebun Bunga Palembang, diganjar penuntut umum Kejati Sumsel pidana 5 tahun penjara.

Dalam petikan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Nenny Karmila SH, Selasa (4/5) bahwa perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar 368 ayat (1) KUHP tentang pemerasan dan pencemaran nama baik.

“Menuntut agar majelis hakim dapat mengadili dan menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun,” tegas Nenny bacakan tuntutan secara virtual dihadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Hotnar Simarmata SH MH.

Adapun pertimbangan memberatkan menurut JPU bahwa perbuatan terdakwa telah merugikan korban MS Rp100 juta, serta terdakwa juga tidak berterus terang mengakui perbuatannya. Sedangkan pertimbangan meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa yang didampingi penanasihat hukum Ahmad Rizal SH dari Posbankum PN Palembang akan melakukan upaya pembelaan atas tuntutan (pledoi) yang akan dibacakan secara tertulis pada persidangan yang akan digelar pada minggu depan.

Ditemui usai sidang, Ahmad Rizal SH mengatakan bahwa tuntutan penuntut umum terhadap kliennya tersebut terlalu tinggi, dan akan mengajukan pledoi yang intinya akan menggunakan pembanding perkara (yurisprudensi).

“Karena pernah saya menangani perkara yang serupa ditahun 2019 lalu, namun dituntut di bawah 1 tahun dengan kerugian korban lebih besar dari yang saat ini, itu akan kita beberkan pekan depan,” singkat Rizal.

Diketahui dalam dakwaan, perkaranya berawal dari terdakwa berkenalan dengan korban berinisil MS seorang pegawai negeri sipil, melalui aplikasi WhatsApp, hingga pada 31 Juni 2020, menerima ancaman, dengan modus akan menebar gambar tidak senonoh korban, bila korban tidak memberi terdakwa uang Rp100 juta.

Korban sempat menawar Rp25 juta saja, tapi ditolak terdakwa. Akhirnya korban mentransfer uang dengan bertahap tiga kali, pertama 13 Juli 2020 dua kali Rp25 juta dan Rp25 juta. Kemudian pada 14 Juli 2020 sebesar Rp50 juta.

Setelah itu terdakwa berjanji, tidak akan menganggu, dan menghapus foto-foto tidak senonoh saksi korban MS.

Tapi nyatanya sebulan kemudian, terdakwa Agus meminta lagi uang Rp200 juta dengan korban MS, dengan alasan akan pindah ke Kalimantan dan untuk modal usaha.

Saksi korban pun meresa diperas balik melapor ke pihak yang berwajib. Korban juga sering di-SMS dan WhatsApp dengan nomor berbeda. Kendati demikian terdakwa tidak menyangkal telah menerima uang Rp 100 juta, tetapi membantah meminta uang lagi Rp200 juta setelah itu.(*)

Sumber: sumeks.co

Rekomendasi Berita