oleh

Kena Prank Buruh di Jambi, Bamsoet Mengaku tak Enak Hati Sama Jokowi

LINGGAUPOS.CO.ID – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet, mengaku telah kena prank dari seorang buruh di Jambi yang mengaku pengusaha tambang bernama M Nuh yang ikut dalam lelang motor listrik milik Presiden Joko Widodo.

Bamsoet mengaku tidak enak hati dengan Presiden Jokowi dan Sekretariat Negara (Setneg) atas peristiwa tersebut. Sebab, presiden dinilai tidak mengetahui apa-apa. Ia pun meminta maaf.

“Kita kena prank seorang buruh di Jambi yang mengaku pengusaha tambang bernama M Nuh, lalu katannya diamankan oleh Polda Jambi. Saya atas nama seluruh panitia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pak presiden, kepada setneg, “kata Bamsoet dalam konferensi persnya yang ditayangkan daring, Jumat (22/5/2020).

Bamsoet mengku sebagai orang yang patut disalahkan dan bertanggung jawab atas kejadian itu. “Kalau ada pihak yang harus disalahkan saya orangnya. Saya Bambang Soesatyo yang patut disalahkan, bukan yang lain, karena saya penanggungjawab acara ini,” tegasnya.

Bamsoet mengku sebagai orang yang patut disalahkan dan bertanggung jawab atas kejadian itu. “Kalau ada pihak yang harus disalahkan saya orangnya. Saya Bambang Soesatyo yang patut disalahkan, bukan yang lain, karena saya penanggungjawab acara ini,” tegasnya.

Kendati demikian, ia berterima kasih kepada M Nuh yang telah melakukan penawaran palsu tersebut. Mantan ketua DPR tersebut percaya setiap musibah ada hikmahnya.

“Tanpa M Nuh yang ngeprank tadi, saya yakin dan saya percaya harga motor listrik presiden ini tidak bisa mencpai Rp 2,55 Miliar lebih. Jadi suka ataupun tidak suka, siapapun anda saudara prank, saya dari mimbar ini menyampaikan terima kasih karena berkat anda niat baik kami, untuk menolong saudara-saudara kita yang lain itu membantu itu bertambah besar,” katanya.

Untuk diketahui, Muhammad Nuh atau M. Nuh, pria yang sebelumnya memenangkan lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi seharga Rp 2,5 miliar, dikabarkan ditangkap aparat kepolisian.

Warga dengan alamat di Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi itu diamankan pada Kamis (20/5/2020) dini hari.

Namun kemudian M Nuh dilepaskan karena ketidak tahuannya terhadap acara lelang tersebut. (*)

Rekomendasi Berita