oleh

Kementan RI Hadiri Optimalisasi Lahan Pertanian Muratara

Target Sebagai Pilot Project di Kabupaten Muratara

VISI misi Bupati dan Wakil Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat dan H Devi Suhartoni dalam upaya pemanfaatan lahan terlantar atau tidur terus dijalankan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Dispertanikan) Kabupaten Muratara. Tahun ini saja, dibuka lahan seluas 500 Hektare (Ha) dengan diawali optimalisasi lahan seluas 250 Ha di Desa Remban.

Pembukaan lahan itu dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Pending Dadih Permana bersama rombongan yang didampingi anggota DPR RI, Fauzih H Amro dan Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat beserta Sekretaris Daerah, H Abdullah Maktjik.

Dalam sambutannya, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Ir Pending Dadih Permana mengapresiasi atas upaya Pemkab Muratara, dalam upaya meningkatkan hasil pertanian.

Dirinya juga mengapresiasi atas dukungan anggota DPR RI Fauzih H Amro. Selaku Komisi IV yang membidangi pertanian, Fauzih H Amro sangat konsen untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang ada di Provinsi Sumsel khususnya di Kabupaten Muratara.

“Di wilayah Sumsel sangat potensial dibandingkan dengan daerah timur yang kekurangan air, insya Allah akan langsung dikerjakan, akan kita optimalkan lahan. Dengan membuat kanal yang bisa dimanfaatkan dengan budi daya ikan,” sebutnya.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat menyampaikan optimalisasi pemanfaatan lahan terlantar atau tidur ini salah satu misi pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Muratara yang makmur dan aman.

HM Syarif Hidayat menyampaikan terima kasih atas kehadiran Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Pending Dadih Permanag yang hadir langsung meninjau pembukaan lahan seluas 250 Ha yang diharapkan menjadi pilot project bagi persawahan di Kabupaten Muratara.

“Terima kasih juga kepada Dinas Pertanian kami bangga karena telah berinovasi sehingga nyambung dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian. Begitu juga anggota Komisi IV DPR RI, Fauzih H Amro yang terus mengupayakan dengan membawa program dan bantuan dari pemerintah pusat ke daerah, khususnya Kabupaten Muratara,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI, Fauzih H Amro menyampaikan target pembukaan lahan seluas 250 Ha ini agar dapat dijadikan sebagai pilot project untuk persawahan di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Muratara.

Ivan mewakili Dinas Pertanian Provinsi Sumsel mengatakan, pihaknya menjadikan persawahan di Desa Remban sebagai pilot project, atau contoh kalau berhasil akan dikembangkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Muratara.

Dijelaskannya, potensi lahan di Kabupaten Muratara seluas 7.000 Ha, yang diharapkan dapat dioptimalkan.

“Pilot project ini diharapkan menjadi senjata baru untuk peningkatan hasil pertanian di wilayah Kabupaten Muratara, karena kalau optimalisasi maksimal, sehektare sekali panen anggap saja 5 ton gabah kering, setahun tiga kali panen, berarti 15 ton per Ha, dengan konversi 50 % dari gabah ke beras, artinya setahun 7,5 ton beras. Kalau harga Rp 10 ribu artinya menghasilkan Rp 75 juta per Ha, “paparnya.

Sebelumnya, Kadispertanikan Kabupaten Muratara, Suhardiman dalam laporannya menyampaikan untuk potensi sawah di Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu seluruh seluas 375 Ha, sudah dikelola seluas 180 Ha, dan yang belum dikelola seluas 195 Ha.

“Belum dikelolanya lahan tersebut dikarenakan kondisi pendangkalan sungai, sawah kebanjiran, sehingga berdampak pada gagal panen,” ungkapnya.

Untuk itulah, dalam upaya menjadikan pilot project, perlu sekali dilakukan pembuatan sodetan.

“Mudah-mudahan, setelah dilakukan optimalisasi lahan ini kedepan menjadi pilot project bagi Kecamatan lainnya, sehingga apa yang ditargetkan untuk peningkatan hasil pertanian dapat segera terwujud,” harap Suhardiman. (12)

Rekomendasi Berita