oleh

Kemenkumham Paling Banyak Diserbu Peserta CPNS

JAKARTA – Proses pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 sudah resmi dibuka sejak Rabu (26/9). Hari kedua pembukaan pendaftaran, tercatat ada 10 Kementerian/Lembaga/Instansi Daerah yang paling banyak diburu oleh pencari lapangan pekerjaan.

Terbanyak yakni Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kejaksaan Agung, Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Mahkamah Agung.

Hasil update Badan Kepegawaian Nasional (BKN) selaku Panitia Seleksi Nasional CPNS sampai saat ini terhitung sudah 10.113 pelamar yang berstatus selesai memilih instansi dan formasi artinya sudah melewati 4 tahapan alur registrasi dalam SSCN.

Sementara, akun yang sudah terverifikasi oleh instansi masing-masing dengan melewati 5 tahapan alur registrasi SSCN mencapai 1.261 pelamar. Hingga pukul 17.07 WIB, pelamar sudah dapat melakukan registrasi ke 372 K/L/D atau 62 persen dari keseluruhan instansi yang membuka rekrutmen.

Saat ini memang masih ada beberapa instansi yang belum membuka rekrutmen CPNS. Hal ini diakibatkan masih banyaknya instansi yang meminta untuk melakukan revisi formasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). Namun demikian, BKN optimis verifikasi tersebut bisa terselesaikan mengingat waktu pendaftaran yang cukup lama.

“Itu risiko yang harus ditanggung oleh instansi yang terlambat. Itu sudah kami tegaskan sejak awal. Namun demikian, dengan range waktu masih cukup antara 26 September-10 Oktober,” papar Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan kepada Fajar Indonesia Network (FIN), di Jakarta, Kamis (27/8).

Ridwan enggan untuk berandai-andai jika sudah batas akhir pendaftaran masih ada instansi yang belum mengumumkan penerimaan seleksi CPNS.

“Kami positif saja, pasti semua bisa. Pagi tadi baru 177 instansi, siang sudah 245. Kami terus bekerja bergantian siang dan malam,” sambungnya.

Ridwan juga menegaskan kembali bahwa informasi mengenai formasi dan syarat jabatan yang dibuka pada rekrutmen CPNS tahun 2018 yang telah diverifikasi BKN, selain dapat dilihat di laman SSCN juga dapat dilihat pada website K/L/D yang membuka rekrutmen. Pelamar diimbau untuk tidak buru-buru melakukan pendaftaran.

Penginputan data dalam proses pendaftaran dapat dilakukan secara bertahap sampai batas waktu pendaftaran yang ditetapkan. Pelamar diimbau untuk mencermati pengisian data agar tidak terjadi salah input, karena perbaikan data tidak dapat dilakukan setelah centang dan klik kolom Akhiri dan Proses Pendaftaran.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) telah bersepakat hanya menerima pelamar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 sebanyak 2 juta akun pelamar per hari.

Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) BKN, Mohammad Ridwan, permintaan tersebut bertambah dari jumlah sebelumnya yakni 1 juta akun pelamar dalam sehari. Akan tetapi, mengingat banyaknya antusias pelama untuk ikut seleksi makan Dirjen Dukcapil membolehkan untuk mengakses dua juta NIK sehari untuk pendaftaran akun SSCN.

Dengan jumlah pelamar 2 juta akun per hari diakui tidak akan menimbulkan masalah. Dari hasil pengalaman pembukaan lowongan CPNS tahun lalu, di mana tahun lalu totalnya hanya 2,4 juta akun yang dibuat. Jumlah tersebut masih jauh dari kapasitas maksimal yang disediakan.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network (FIN) mengatakan, pihaknya memang hanya memberikan jumlah kuota sebanyak 2 juta akun dalam sehari. Hal itu atas permintaan dari pihak BKN selaku panitia seleksi nasional CPNS.

“Kami dukung penuh BKN. Pokoknya minta berapapun saya beri. Tidak perlu bernegosiasi, karena semua permintaan yang sesuai kebutuhan pasti dipenuhi,” kata Zudan, Kamis (27/9).

Bahkan, jika BKN merasa jumlah 2 juta masih belum mencukupi, pihaknya siap untuk menambah kuota jika memang dibutuhkan. Tak hanya itu, untuk melancarkan proses pendaftaran, tanpa meminta tambahan kuota pun pihaknya bisa langsung melakukan penambahan.

“Bisa saya tambah jadi 5 juta bila diperlukan. 10 Juta juga okay. Pokoknya minta berapapun saya beri. Sebelum sampai 2 juta sudah bisa saya langsung naikkan kuotanya tanpa BKN meminta. Ini diskresi Dirjen untuk mendukung seleksi CPNS berbasis NIK,” bebernya.(fin)

Rekomendasi Berita